Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Modal Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga Desain yang Mirip Komodo, Cek Juga Kecanggihannya

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Minggu, 07 November 2021 |04:45 WIB
4 Fakta Modal Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga Desain yang Mirip Komodo, Cek Juga Kecanggihannya
Kereta Cepat (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Proyek kereta cepat Jakarta – Bandung alami pembengkakan investasi. Nilai proyek investasi proyek tersebut yang mulanya Rp86,5 triliun berubah menjadi Rp114,2 triliun. Jika dikalkulasikan, proyek ini akan balik modal paling cepat 33 tahun.

Berikut fakta-fakta kereta cepat Jakarta-Bandung yang dirangkum di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

1. Baru Bisa Balik Modal 1 Abad Lebih

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan memberikan keuntungan dalam waktu cepat. Berdasarkan perhitungan simulasi dari Ekonom Senior Faisal Basri, proyek kereta cepat Jakarta - Bandung baru akan balik modal 139 tahun lagi.

"Dengan investasi Rp114 triliun, saya simulasikan kalau seat cuma 50%, trip cuma 30 kali sehari dan harga tiket diturunkan jadi Rp250.000 maka balik modalnya 139 tahun. Ini tidak memperhitungkan biaya operasi," ujarnya dalam Webinar Dampak Investasi China untuk Indonesia.

Baca Juga: Balik Modal Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lebih dari 1 Abad, Ini Hitung-hitungannya

Sementara dengan nilai investasi yang sama, jika kursi yang terisi hanya 60% dengan jumlah trip sebanyak 35 kali dan harga tiket sebesar Rp300.000 maka balik modal menjadi 83 tahun.

2. Proyek Dikebut karena Dapat PMN dan Pendanaan dari China

Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dikebut setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait dengan penyertaan modal negara (PMN).

Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan, progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini sudah mencapai lebih dari 79%.

“Bahkan saat ini, rangkaian kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek tersebut sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang di Qingdao, China, dengan sistem manajemen mutu terstandarisasi internasional ISO 9001,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Waduh! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Bisa Balik Modal 1 Abad Lebih

Dwiyana mengatakan, masuknya investasi pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku leading konsorsium itu bakal mengakselerasi pengerjaan proyek setelah sempat tersendat akibat dampak pandemi Covid-19.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement