Share

Fakta Menarik BLBI, Tommy Soeharto hingga Asetnya Disita

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 07 November 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 07 320 2497977 fakta-menarik-blbi-tommy-soeharto-hingga-asetnya-disita-q5si9ZqN7V.jpg Fakta-Fakta Menarik BLBI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto kembali diperbincangkan, setelah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) melakukan panggilan. Diketahui, Pemanggilan Tommy terkait tunggakan utang ke negara yang mencapai Rp2,6 triliun.

Berikut fakta-fakta Tommy Soeharto dan asetnya yang disita, di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

1. Pemanggilan Penagihan Dilayangkan Atas Nama Pengurus PT Timor Puta Nasional

Dari informasi yang dihimpun MNC Portal Indonesia, akun media sosial Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo pada akun @prastow memperlihatkan undangan pemanggilan yang dilakukan BLBI yang dilayangkan kepada Tommy Soeharto dan Ronny Hendarto.

Dalam pengumuman tersebut agenda pemanggilan penagihan dilayangkan kepada pemilik atas nama pengurus PT Timor Puta Nasional yang beralamat lengkap di kawasan Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pihak Satgas BLBI tidak sungkan untuk mencantumkan alamat lengkap secara detail dan rinci dari kediaman Tommy Soeharto dan Ronny Hendrarto.

Baca Juga: Sita Aset Tanah Rp600 Miliar Milik Tommy Soeharto, Satgas BLBI Konpers Pekan Depan

Agenda pemanggilan didasarkan pada satuan tugas penanganan hak tagih negara bantuan likuiditas Bank Indonesia yang tercantum berdadarkan Keputusan Presiden RI No. 6 Tahun 2021.

2. Utang Mencapai Rp2,6 Triliun

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) mengirimkan surat kepada Hutomo Mandala Putra atau Tommy Sorharto terkait penyelesaian hak tagih negara dana BLBI. Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan saat ini utang Tommy Soeharto mencapai Rp2,6 triliun.

Baca Juga: Kasus BLBI, 124 Hektar Lahan Milik Tommy Soeharto Disita

“Sampai saat ini untuk utang Tommy Soeharto, berdasarkan hitungan terkini dan nanti bisa berubah ketika dia datang, jumlahnya Rp2,6 triliun," ujar Mahfud dalam keterangan virtual dikutip.

3. Aset yang Disita Capai Rp600 Miliar

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rionald Silaban selaku Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ( Satgas BLBI ) mengumumkan telah melakukan penyitaan aset jaminan PT Timor Putera Nasional milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Aset yang disita ini berupa tanah seluas 124 hektare (ha) senilai Rp600 miliar. Penyitaan ini disaksikan oleh Tim Pelaksana Satgas BLBI antara lain unsur dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ketua Satgas BLBI memaparkan, hingga Jumat (5/11/2021), Satgas telah melakukan upaya penagihan terhadap kewajiban PT Timor Putera Nasional. Penagihan kewajiban PT Timor Putera Nasional berasal dari kredit perusahaan ke sejumlah bank.

"Adapun outstanding nilai utang PT Timor Putera Nasional kepada pemerintah yang ditagihkan oleh PUPN setelah ditambahkan Biaya Administrasi Pengurusan Piutang Negara (10%) adalah sebesar Rp2.612.287.348.912,95 (sesuai PJPN-375/PUPNC.10.05/2009 tanggal 24 Juni 2009)," ujar Rionald Silaban di Jakarta.

4. Nasib PT Humpuss Intermoda

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menyatakan tidak terkait dengan informasi penyitaan terhadap aset-asetnya oleh Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Emiten yang bergerak di bidang pelayaran ini sebagian besar kepemilikan sahamnya dimiliki Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto .

Berdasarkan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama HITS, Kemal Imam Santoso, menjelaskan kejadian atau pemberitaan ada di luar grup Perseroan sehingga tidak mengetahui terkait kasus BLBI .

"Bahwa UBO (ultimate beneficiary owner) perseroan adalah Bapak Hutomo Mandala Putra. Dalam praktik operasional perseroan, beliau tidak mengendalikan secara langsung. Perseroan dijalankan oleh tenaga-tenaga profesional dan independen, bebas intervensi dari pihak manapun," jelasnya dalam keterbukaan informasi yang dikutip MNC Portal Indonesia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini