JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menyuntik dana untuk penyertaan modal negara (PMN) di perusahaan BUMN.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pemberian PMN ini akan memperkuat struktur permodalan BUMN atau lembaga yang mendapatkan penugasan pemerintah atau mendapatkan dampak saat Covid-19 dengan kinerja keuangan.
Namun demikian, Garuda Indonesia tidak masuk dalam PMN 2022. Adapun hanya 7 BUMN yang diijinkan mendapatkan PMN di 2022.
"Jumlah PMN untuk 2022 adalah Rp35,5 triliun," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (8/11/2021).
Baca Juga: Momen Sri Mulyani hingga Erick Thohir Bertemu Orang Terkaya Dunia, Ini 4 Faktanya
Adapun, BUMN yang mendapatkan PMN adalah Perumnas, PT PLN (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT PII dan PT SMF.
Rinciannya,PMN untuk Perumnas sebesar Rp1,57 triliun akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan melanjutkan program pengadaan Satu Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: 3 Jurus Sri Mulyani Pensiunkan PLTU Batu Bara
PMN kepada PLN sebesar Rp5 triliun digunakan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa transmisi gardu induk dan distribusi listrik desa. PMN untuk Hutama Karya sebesar Rp23 triliun dipakai penyelesaian konstruksi 8 ruas Jalan Tol Trans Sumatera dengan target tambahan panjang 162 Km.