6 Fakta Garuda Indonesia Hanya Punya 6 Pesawat dan Utang Rp139 Triliun

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 320 2501037 6-fakta-mengejutkan-garuda-indonesia-hanya-punya-6-pesawat-dan-utang-rp139-triliun-YU6Ggog1p7.jpg Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berada di ujung tanduk. Kini pesawat yang dioperasikan tersisa 125 pesawat, namun hanya 6 pesawat milik sendiri.

Diketahui, total utang Garuda Indonesia mencapai USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.

Baca Juga: Kehilangan Banyak Armada, Kini Garuda Hanya Punya Pesawat Segini! 6 Milik Sendiri Sisanya Sewa

Berikut fakta-fakta menarik terkait Garuda Indonesia yang hanya tersisa 6 pesawat dengan utang Rp139 triliun, seperti yang telah dirangkum oleh Okezone, di Jakarta, Sabtu (13/11/2021).

1. Rincian Data Pesawat Garuda

Rinciannya, 125 armada tersebut terdiri dari 6 pesawat milik Garuda Indonesia dan 119 merupakan pesawat sewa.

Sebagai perbandingan, pada Juni 2021 total armada pesawat Garuda Indonesia tercatat sebanyak 142, terdiri atas 136 pesawat sewa dan 6 pesawat milik Garuda. Dengan begitu, jumlah pesawat sewa mengalami pengurangan hingga 11 armada.

2. Penyebab Penurunan Jumlah Pesawat

VP Corporate Secretary & Investor Relations Garuda Indonesia Mitra Piranti menyebut, pengembalian sejumlah pesawat kepada lessor menyebabkan terjadinya penyusutan jumlah pesawat.

"Penurunan jumlah pesawat sewa disebabkan oleh pengembalian beberapa pesawat kepada lessor atau early termination," ujar Mitra.

3. Tiga Opsi Restrukturisasi Utang

Ada tiga opsi restrukturisasi utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk senilai USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.

Ketiga opsi restrukturisasi utang adalah out of court dan in court. Dalam mekanismenya, restrukturisasi out of court mendorong manajemen Garuda Indonesia memberikan penawaran yang berbeda kepada setiap lessor.

Dengan jumlah lessor emiten yang mencapai 32 perusahaan. Poin rekomendasi lain adalah tidak ada jangka waktu pelunasan utang yang harus dipenuhi Garuda, hingga ketiadaan biaya pengadilan.

 

4. Strategi Tekan Utang

Kementerian BUMN telah menyusun rumusan besar soal langkah strategis untuk menekan utang Garuda Indonesia

"Secara umum, untuk mengurangi utang garuda dari USD9,7 miliar menjadi USD3,69 miliar, itu mesti ada rumusan dasar yang harus kita ajukan dan sekarang dalam proses komunikasi," ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

5. Kurangi Jumlah Karyawan

Kemudian, Kartika Wirjoatmodjo.menjelaskan, PHK dilakukan melalui program pensiun dini hingga program lain yang nantinya ditawarkan manajemen.

Adanya pengurangan jumlah karyawan sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional emiten dengan kode saham GIAA tersebut. Untuk rute penerbangan domestik akan berkurang dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup.

 

6. Pengurangan Pesawat

Dia pun mencatat, saat ini pengurangan jumlah pesawat emiten dengan kode saham GIAA itu terus dilakukan. Hingga saat ini tercatat hanya 60 armada pesawat Garuda yang beroperasi. Padahal kepemilikan armada saat ini mencapai 125 pesawat, terdiri atas 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.

Adapun jenis pesawat yang dioperasikan emiten dengan kode saham GIAA di antaranya:

6 pesawat jenis A330-300 milik perusahaan. Kemudian, 119 pesawat sewa terdiri atas 57 armada jenis B737-800, 18 pesawat jenis CRJ1000, jenis ATR72-600 13 pesawat, B777-300 10 pesawat, jenis A330-300 11 pesawat, A330-200 7 pesawat, dan A330-900 3 pesawat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini