Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Karet Dunia Kian Mahal, Ini Penyebabnya

Sevilla Nouval Evanda , Jurnalis-Minggu, 14 November 2021 |13:34 WIB
Harga Karet Dunia Kian Mahal, Ini Penyebabnya
Harga Karet Dunia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Harga karet menunjukan tren kenaikan. Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) mencatat harga SIR 20 USD184 cent pernah kg atau naik dibanding 1 Oktober USD172 cent/kg.

Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjenbun, Dedi Junaedi, penyebab naiknya harga karet karena pemulihan ekonomi di beberapa negara tujuan ekspor utama karet sehingga permintaan meningkat.

"Vietnam sebagai salah satu produsen karet terbesar sempat lock down, konsumen khawatir pasokan akan kurang sehingga mereka berusaha melakukan pembelian lebih besar. Pemicu lainnya adalah naiknya harga minyak bumi," ujarnya, Minggu (14/11/2021).

Baca Juga: DPR Apresiasi Kementan Bantu Petani Dengan Alsintan

Indonesia saat ini sedang memasuki periode La Nina sehingga produksi karet berkurang dan diperkirakan harga akan naik lagi. Apalagi pemulihan ekonomi di negara-negara tujuan ekspor terus berlanjut.

Luas areal karet Indonesia sendiri semakin meningkat tahun 2016 3,639 juta ha, 2017 3,659 juta ha, 2018 3,671 juta ha, 2019 3,676 juta ha dan 2020 (angka sementara) 3,681 juta ha. Sedang produksi turun, tahun 2016 3,358 juta ton, 2017 3,68 juta ton, 2018 3,63 juta ton, 2019 3,301 juta ton, tahun 2020 2,885 juta ton.

Baca Juga: Di Depan DPR, Kementan Jabarkan Program Mitigasi La Nina

Produktivitas juga turun tahun 2016 1.104 kg/ha, 2017 1.250 kg/ha, 2018 1,161 kg/ha, 2019 1.025 kg/ha, 2020 1.018 kg/ha. Kontribusi volume ekspor karet dari total volume ekspor perkebunan tahun 2020 adalah 6%. Sedang dari sisi nilai 12%.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement