Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Karet Dunia Kian Mahal, Ini Penyebabnya

Sevilla Nouval Evanda , Jurnalis-Minggu, 14 November 2021 |13:34 WIB
Harga Karet Dunia Kian Mahal, Ini Penyebabnya
Harga Karet Dunia (Foto: Okezone)
A
A
A

Sementara itu, Direktur Sustainable Natural Rubber Indonesia (SNARPI) Widyantoko Sumarlin menyatakan, permintaan karet dunia menurun pada 2020, terutama setengah tahun pertama terjadi penurunan drastis. Tahun 2019 produksi karet alam 13,8 juta ton sedang konsumsi 13,9 juta ton sedang tahun 2020 produksi 13,6 juta ton konsumsi 12,9 juta ton.

"Dunia dihadapkan pada kondisi kelebihan karet dibandingkan permintaan, harga karet alam tertekan. Waktu itu sampai karet petani tidak dibeli pabrik. Bersamaan waktunya juga ada serangan penyakit gugur daun Pestalotiopsis sehingga produksi menurun," ujarnya.

Petani pun beralih mencari pendapatan lain dan tidak lagi menyadap karet. Menjelang akhir 2020 industri ban mulai pulih. Permintaan karet dunia mendadak naik tetapi pasokan karet dunia menurun. Hal ini menyebabkan harga karet dunia melonjak naik.

Tahun 2021 diperkirakan produksi karet dunia 13,8 juta ton sedang konsumsi 14,1 juta ton. Karet alam di Indonesia juga mengikuti dinamika yang terjadi di dunia. Karena ada time lag dalam reaksi di tingkat kebun rakyat maka saat ini kekurangan bahan baku ditengah permintaan yang naik.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement