Share

Tudingan Bisnis PCR, Erick Thohir: Saya Siap Penuhi Panggilan KPK

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 15 November 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 320 2501869 tudingan-bisnis-pcr-erick-thohir-saya-siap-penuhi-panggilan-kpk-jDtqiALLbS.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan siap menghadapi pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait tudingan bisnis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Erick dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan belum lama ini dilaporkan ke KPK oleh Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) perihal isu tersebut.

Menurutnya laporan tersebut sudah diketahui dirinya dan memungkinkan akan menyambangi lembaga antirasuah tersebut bila pemanggilan resmi sudah dirilis KPK.

Baca Juga: Bantah Terlibat Bisnis PCR, Erick Thohir Tak Tahu Pendirian GSI

"Tau (adanya laporan), dan saya yakin, saya tidak stop di situ, karena saya akan datang, kita inikan individu yang harus taat pada hukum," ujar Erick Senin (15/11/2021).

Erick mengaku tak gentar atas laporan tersebut. Hal ini dikarenakan, isu bisnis RT-PCR hanyalah fitnah yang tidak memiliki data-data konkrit hingga tak dapat dibuktikan secara hukum.

Baca Juga: Soal Tuduhan Bisnis PCR, Erick Thohir: Pejabat Publik Punya Risiko Difitnah

"Dan itu bagian dari demokrasi, yang harus kita hadapi, tetapi tentu semua pengaduan harus didasarkan dengan bukti," ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Erick juga berkeyakinan apabila semua lembaga hukum di Indonesia akan melakukan check and ricek terhadap laporan atau aduan yang diajukan sebelum proses pemanggilan dilakukan. Saat ini, Erick belum menerima konfirmasi dari KPK ihwal pemanggilan dirinya.

"Dan saya yakin pihak Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK mendapat pengaduan itu pasti dia akan mengkroscek siapa yang mengadukan. Punya gak track record benar dalam perjuangkan pengentasan korupsi atau (jangan-jangan) sekadar publisitas dan membuat konflik," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini