Share

Erick Thohir: Perbaikan Garuda Indonesia Dimulai Hari Ini

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 15 November 2021 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 320 2502259 erick-thohir-perbaikan-garuda-indonesia-dimulai-hari-ini-r9NC3UALQz.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyiapkan rencana penyuntikan anggaran untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Namun skema pendanaan baru bagi Garuda Indonesia belum diputuskan.

Erick menyebut, upaya proteksi atau perlindungan terhadap bisnis emiten dengan kode saham GIAA itu akan didiskusikan pihak terkait. Meski begitu, dia memastikan pendanaan baru bagi emiten pelat merah itu bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Proteksi Garuda Indonesia, Erick Thohir Jamin Tak Rugikan Negara

Ada dua opsi pendanaan yang disebutkan Erick, pertama pembiayaan berasal dari BUMN lain yang cash flow tercatat stabil. Kedua, kemungkinan dibukanya investor baru.

"Ini saya mau duduk, ini konteksnya apa, misalnya BUMN yang menyuntik dengan cash flow atau kembali mengundang lagi secara pasar, ini konteks yang sedang kita lakukan, yang pasti perbaikan Garuda harus dijalankan hari ini," ujar Erick, Selasa (15/11/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Upayakan Pangkas Utang Garuda, Berikut Caranya

Erick sendiri enggan merinci lebih jauh dua opsi pendanaan tersebut. Namun, dari pernyataan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, pemegang saham meminta pendapat legislator apakah memungkinkan saham-saham Garuda diberikan kepada investor baru. Artinya, ada pengurangan saham negara (dilusi).

Saat ini, saham negara mencapai 60,5 persen, Trans Airways sebanyak 28,2 persen, sisanya milik publik sebesar 11,1 persen. Tiko sapaan akrab Kartika mengakui, bila opsi dilusi ditempuh, maka pemerintah tak lagi menjadi pemegang saham mayoritas.

"Bahkan mungkin pemerintah menjadi tidak mayoritas lagi, jadi kami mohon dukungan dari bapak, ibu sekalian," katanya

Menurutnya, pengurangan saham pemerintah di Garuda Indonesia untuk mengurangi utang emiten penerbangan plat merah yang mencapai USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.

"Hari ini kita masuk dulu restrukturisasi Garuda, di mana, kita harus negosiasi sewa yang ada kasus korupsinya dan ada kemahalannya sampai 28 persen dibandingkan negara lain. Kita jalan ke situ dulu, bukan pilihan yang muda. Setelah ini restrukturisasi, bisnis modelnya kita harus fokus dalam negeri untuk beberapa tahun kedepan untuk menyehatkan keuangan Garuda," tutur Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini