Share

PGN Cetak Laba Rp4,07 Triliun, Melesat 437%

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 278 2503255 pgn-cetak-laba-rp4-07-triliun-melesat-437-q681TkWo3A.jpg Laba Bersih PGN Meningkat. (Foto: Okezone.com/PGN)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar USD286 juta atau setara Rp4,07 triliun (kurs Rp14.243 per USD) per September 2021. Laba tersebut naik 437% dibandingkan periode sama tahun lalu atau year on year (yoy).

Kinerja tersebut diperoleh dari pendapatan sebesar USD2,25 miliar atau Rp 32,04 triliun. Sedangkan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation (EBITDA) di periode yang sama mencapai USD618 juta atau Rp8,8 triliun.

Baca Juga: Kawasan Industri BUMN Dapat Pasokan Gas Bumi, Berapa Besarannya?

Dengan penguasaan pasar sebesar 92% pangsa pasar niaga gas tanah air, Pertamina sebagai Holding BUMN Energi mengandalkan Subholding Gas Pertamina untuk membangun jaringan gas pipa tersebut.

“Untuk mencapai target 2021, Subholding Gas memiliki tujuh kebijakan strategis sepanjang 2021,” kata Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Milenial 35 Tahun Jadi Komisaris Anak Usaha PGN

Dengan tujuh kebijakan strategis itu, bisnis PGN dapat berjalan baik yang tercermin dari kinerja operasional dengan tren positif.

"Subholding Gas Grup berhasil mencatatkan volume niaga gas selama periode Januari–September 2021 sebesar 873 BBTUD dan naik jika dibandingkan volume niaga gas Triwulan III 2020 sebesar 812 BBTUD (YoY). Untuk volume transmisi pada periode yang sama tahun 2021 sebesar 1.238 MMSCFD." ujar Direktur Sales & Operasi PGN, Faris Aziz.

Sedangkan di bisnis Lifting Migas, PGAS juga mencetak volume upstream sebesar 6,46 MMBOE, yang tumbuh dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 5,3 MMBOE. Hal ini karena adanya perbaikan kegiatan operasional dan keberhasilan aktivitas pengeboran dan eklsplorasi yang berdampak positif pada peningkatan volume lifting migas, terutama dari Blok Pangkah, Muriah, Ketapang dan Muara Bakau.

“Kenaikan pendapatan terutama dikontribusikan dari meningkatnya kontribusi dari bisnis segmen upstream,” kata Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Fadjar Harianto Widodo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini