Share

Sri Mulyani Lihat Peluang Besar dari Gaya Hidup Halal USD2,02 Triliun

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 17 November 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 320 2503088 sri-mulyani-lihat-peluang-besar-dari-gaya-hidup-halal-usd2-02-triliun-tkprWjvmU0.jpg Gaya Hidup Halal Habiskan Biaya hingga USD2,02 Triliun. (Foto: Okezone.com/Alibaba)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan peluang Indonesia dalam memenuhi permintaan konsumen terhadap produk-produk halal yang terus meningkat. Ditambah lagi, Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Berdasarkan data dari Global Islamic Finance Report, total pengeluaran masyarakat dunia untuk makanan, kosmetik, pariwisata, dan gaya hidup halal pada periode 2020–2021 mencapai USD2,02 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Industri Halal Berperan Strategis Tingkatkan Ekonomi Nasional

"Pengembangan industri halal pun menjadi fokus Indonesia, karena bukan hanya dapat menopang perekonomian tetapi juga mendorong terciptanya keadilan sosial," ujar Sri dalam 9th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2021 secara virtual pada Rabu (17/11/2021).

Dia mencatat, konsumsi produk-produk halal di Indonesia mencapai USD11,2 miliar pada 2019. Hal tersebut menjadikan Indonesia konsumen terbesar di dunia.

Baca Juga: Wapres Sebut Pengeluaran Produk Halal Capai USD2,4 Triliun di 2024

"Sangat penting untuk melanjutkan peluang ini dan membuat peran yang berarti dalam konteks permintaan yang terus tumbuh," tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal bukan hanya terjadi dari sisi konsumsi, tetapi kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) pun mengalami peningkatan. Di tahun 2019, kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB Indonesia mencapai 24,3% dan meningkat 0,5% pada tahun 2020 menjadi 24,8%.

"Pengembangan ekonomi syariah berjalan melalui sejumlah strategi, seperti akselerasi ekonomi digital, penguatan rantai pasok halal (halal supply chain), hingga penguatan investasi pangan halal," ungkapnya.

Ditambah lagi, pemerintah pun menetapkan tiga kawasan industri sebagai pusat manufaktur produk-produk halal. Ketiga kawasan industri tersebut berada di Cikande (Banten), Sidoarjo (Jawa Timur), dan Bintan (Kepulauan Riau).

Sri mengatakan, pengembangan ekonomi syariah bukan hanya bisa mengoptimalkan konsumsi dalam negeri yang besar sehingga menopang perekonomian, tetapi juga ekosistem industri halal dapat membuat Indonesia berdaya saing di pasar global juga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

"Pengembangan ekonomi syariah sejalan dengan nilai Islam, fokus dalam mencapai keadilan sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini