Share

Hitung-hitungan UMP 2022: Upah di Jakarta Paling Tinggi, Jawa Tengah Terendah

Rina Anggraeni, Sindonews · Rabu 17 November 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 320 2503223 hitung-hitungan-ump-2022-upah-di-jakarta-paling-tinggi-jawa-tengah-terendah-suKaABGKuL.jpeg UMP di Jakarta Paling Tinggi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) maupun kabupaten/kota (UMK) 2022 dibandingkan tahun ini. Perhitungan UMP berdasarkan formula yang terdapat dalam PP Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. Beleid tersebut merupakan aturan turunan UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja.

Dalam aturan itu, UMP 2022 akan naik 1,09 %. Dengan kenaikan UMP sebesar 1,09% maka besaran UMP 2022 tertinggi adalah di DKI Jakarta sebesar Rp 4.453.724. Lalu UMP tahun 2022 terendah di Jawa Tengah sebesar Rp1.813.011.

Baca Juga: UMP 2022 Hanya Naik Rp50.000, Lebih Untungkan Pengusaha?

"Data statistik Upah Minimum, UMP terendah Jawa Tengah Rp 1.813.011 dan UMP tertinggi DKI Jakarta Rp4.453.724. Rata-rata penyesuaian UMP adalah 1,09%," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Jika mengacu pada data bahwa UMP Jakarta 2022 Rp 4.453.724, maka jika dihitung dengan rata-rata penyesuaian UMP 1,09% maka kenaikannya tak sampai Rp50 ribu dari tahun ini. Sebab, UMP Jakarta 2021 sebesar Rp4.416.186. Dengan demikian, kenaikannya hanya sekitar Rp37.500.

Baca Juga: Menaker Sebut Upah Minimum di Indonesia Terlalu Tinggi

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah secara resmi memperkenalkan sebuah sistem informasi pengupahan nasional dengan nama wagepedia.

"Wagepedia ini kanal informasi milik Kementerian Ketenagakerjaan yang dapat dikases oleh semua pihak,"katanya.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Adapun, bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun seharusnya menggunakan upah aktual atau upah efektif berdasarkan pada struktur dan skala upah (SUSU) di masing-masing perusahaan yang bersangkutan. Besaran upah efektif tersebut yaitu mengacu kepada struktur dan skala upah.

"Manakala SUSU sudah diterapkan, maka akan terwujud distribusi upah di atas UM secara adil antar jabatan/pekerja dengan berbasis pada kinerja individu dan produktivitas. Dengan demikian kenaikan upah masing-masing pekerja/buruh akan bergantung dengan produktivitas yang dihasilkannya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini