Cegah Kerusakan Lingkungan, Jokowi Paksa Pengusaha Sawit-Tambang Buat Pusat Persemaian

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 320 2504323 cegah-kerusakan-lingkungan-jokowi-paksa-pengusaha-sawit-tambang-buat-pusat-persemaian-pY3Mjs0Gq9.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaksa perusahaan sawit dan tambang untuk membuat pusat persemaian. Di mana kepala negara ingin bibit pohon dari pusat persemaian digunakan untuk perbaikan lingkungan.

Dia mengatakan, dalam tiga tahun mendatang pemerintah akan mendirikan kurang lebih 30 pusat persemaian.

Baca Juga: RI Punya Badan Pangan dan Holding BUMN, Erick Thohir: Kualitas Kita Luar Biasa

“Utamanya untuk banjir selain untuk perbaikan lingkungan kita. Kita akan membikin dalam tiga tahun ke depan, kurang lebih 30 seperti ini dari pemerintah,” katanya saat meninjau Persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat (19/11/2021).

Dia pun akan memaksa pihak swasta juga mendirikan pusat persemaian. Di antaranya perusahaan kelapa sawit dan pertambangan.

Baca Juga: Pasar Tanaman Hias Tembus Rp3.000 Triliun, Indonesia Baru Raup Keuntungan 0,01%

“Saya akan memaksa mengharuskan semua perusahaan kelapa sawit, perusahaan pertambangan untuk juga menyiapkan nursery-nursery seperti ini. Sehingga juga akan terjadi perbaikan-perbaikan di lingkungan.Dimana pertambangan itu ada. Dimana kebun sawit itu ada,” ungkapnya.

Pagi tadi Jokowi meninjau langsung Persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Pada kesempatan itu Jokowi juga mengajak sejumlah duta besar (dubes) negara sahabat.

Di antaranya Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Yong Kim, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Cameron MacKay, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket, dan Country Director Bank Dunia Satu Kahkonen.

"Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menangani dampak dari perubahan iklim dan kita tunjukkan nursery center ini yang bisa setahun memproduksi kurang lebih 12 juta bibit," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini