Wall Street Beragam, Investor Sikapi Kasus Covid-19 di Eropa

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Sabtu 20 November 2021 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 278 2504672 wall-street-beragam-investor-sikapi-kasus-covid-19-di-eropa-ePJGgOV4ml.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street berakhir bervariatif pada akhir perdagangan akhir pekan ini. Kenaikan angka kasus Covid-19 di Eropa menjadi kekhawatiran investor di pasar ihwal pembatasan sosial.

Dow Jones Industrial Average (DJI) bergerak turun 0,68% di level 35.626 dari pembukaan awal di 35.879. S&P 500 naik 0,06% di 4.707,29 dari 4.708,44, dan Nasdaq Composite naik 0,48% di 16.070, dari 16.042.

Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi

Ekonom Deutsche Bank Jim Reid mengamati gelombang baru penyebaran Covid-19 dapat memukul pasar di Eropa, sejalan dengan dimulainya lockdown oleh pemerintah Austria mulai Senin depan.

Adapun skema lockdown diterapkan tidak memandang bulu untuk mereka yang sudah mendapatkan jatah vaksin maupun yang belum. Pembatasan tersebut akan berlangsung selama minimal 10 hari, tetapi dapat diperpanjang selama 10 hari lebih lanjut.

Baca Juga: Wall Street Melemah, Saham Sektor Teknologi Tertekan

"Berita ini benar-benar memukul keras pasar Eropa dengan pagi ini, di mana kekhawatiran atas virus dan pembatasan akan menyebar lagi ke seluruh benua," kata Jim Reid, dilansir Yahoo Finance, Sabtu (20/11/2021).

Terkait sentimen makro, tidak ada data ekonomi yang cukup mempengaruhi pasar pada hari Jumat ini. Lonjakan tingkat inflasi di Amerika Serikat masih menjadi perhatian pasar yang dapat menghadirkan asumsi Bank Sentral AS bakal menaikkan suku bunga.

Di samping itu, yang turut menjadi fokus pasar saat ini adalah agenda pengajuan calon Gubernur Federal Reserve dari Gedung Putih. Presiden Joe Biden sempat berujar pada Selasa lalu ke media akan memberi jawaban siapa calon kuat yang bakal menduduki singgasana tersebut.

Namun, sampai saat ini Gedung Putih masih belum memberi sinyal, meskipun para pelaku pasar telah melihat ada dua opsi utama: mengangkat kembali Gubernur Fed saat ini Jerome Powell, atau menunjuk Gubernur Fed Lael Brainard, yang juga ditengarai sebagai calon kandidat kuat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini