Share

Punya Kekayaan Rp11.000 Triliun, Utang Indonesia Rp6.000 Triliun Langsung Lunas?

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Senin 22 November 2021 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 320 2505423 punya-kekayaan-rp11-000-triliun-utang-indonesia-rp6-000-triliun-langsung-lunas-QmoIMsTMOo.jpg Kekayaan Indonesia Bisa Lunasi Utang Rp6.000 Triliun? (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kekayaan Indonesia berdasarkan nilai aset mencapai Rp11.098,67 triliun sepanjang tahun 2020. Kekayaan ini naik dibandingkan pada 2019 yang sebesar Rp10.467,53 triliun.

Menurut data, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) aset negara terhitung meningkat sebanyak 6,02%.

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Tembus Rp6.008 Triliun!

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menyebut nilai aset ini dilihat dari sisi neraca sumber penerimaan negara.

"Kenaikan nilai aset negara kita lebih dari Rp4.000 triliun, ini adalah sisi neraca yang tidak dibahas karena yang sering dilihat adalah sumbernya penerimaan," ujar Rionald Silaban.

Lalu dengan kekayaan mencapai Rp11.000 triliun, utang Indonesia bisa langsung lunas?

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD423,1 miliar atau setara Rp6.008 triliun pada triwulan III-2021.

Hal ini berarti Utang luar negeri tumbuh 3,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy).

Direktur Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan peningkatan ULN terjadi pada sektor publik dan swasta.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik dan sektor swasta," kata Erwin Haryono.

Diketahui, ULN Pemerintah tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah pada triwulan III 2021 sebesar USD205,5 miliar atau tumbuh 4,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan triwulan II 2021 sebesar 4,3% (yoy).

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman seiring lebih tingginya pinjaman yang jatuh tempo dibanding penarikan pinjaman. Hal ini terjadi di tengah penerbitan Global Bonds, termasuk Sustainable Development Goals (SDG) Bond sebesar 500 juta Euro, yang merupakan salah satu penerbitan SDG Bond konvensional pertama di Asia. Penerbitan SDG Bond ini menunjukkan upaya Indonesia dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan dan langkah yang signifikan dalam pencapaian SDG," jelasnya.

Padahal ULN Pemerintah dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel diutamakan untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, termasuk kelanjutan upaya mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Program tersebut mencakup dukungan pada sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,9% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,3%), sektor jasa pendidikan (16,5%), sektor konstruksi (15,5%), dan sektor jasa keuangan dan asuransi (12,1%). Dari sisi risiko refinancing, posisi ULN Pemerintah aman karena hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN Pemerintah.

Selain itu, ULN Bank Sentral meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya meski tidak menimbulkan tambahan beban bunga utang dibandingkan triwulan II 2021, posisi ULN Bank Sentral pada triwulan III 2021 mengalami peningkatan sebesar USD6,3 miliar menjadi USD9,1 miliar terutama dalam bentuk alokasi Special Drawing Rights (SDR).

Kemudian, ULN swasta juga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. ULN swasta pada triwulan III 2021 tumbuh sebesar 0,2% (yoy), setelah pada periode sebelumnya mengalami kontraksi 0,3% (yoy).

Dengan demikian, kekayaan Indonesia Rp11.000 triliun bisa langsung melunasi utang yang mencapai Rp6.000 triliun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini