Bos Evergrande Rogoh Rp14,2 Triliun untuk Bayar Utang

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 470 2506105 bos-evergrande-rogoh-rp14-2-triliun-untuk-bayar-utang-3YHjiZjxlc.jpg China Evergrande Cicil Utang. (Foto; Okezone.com)

JAKARTA - Bos properti Evergrande Hui Ka Yan menggunakan kekayaan pribadinya untuk membayar utang Evergrande. Harta Hui yang digunakan sebesar USD1 miliar atau setara Rp14,2 triliun (kurs Rp14.200/ USD).

Dana tersebut digunakan untuk membayar utang sekira total USD300 miliar atau setara Rp4.260 triliun. Evergrande pun berhasil menghindari wanprestasi dengan membayar ratusan juta dolar dan bunganya tepat sebelum batas waktu.

Mengutip Forbes, Selasa (23/11/2021), analis menyebut pembayaran kemungkinan berasal dari harta Hui. Saat ini, miliarder itu diyakini sedang berada dalam tekanan pemerintah untuk segera menutup utang Evergrande dan menghindari masalah-masalah pribadi.

Baca Juga: Krisis Utang Evergrande Rp4.000 Triliun, Ini Reaksi Bank Sentral China

Sang pendiri itu diperkirakan masih memiliki harta sebesar USD10,7 miliar atau Rp151,9 triliun karena telah dibayar sebanyak USD8 miliar (Rp113,6 triliun) dalam bentuk dividen tunai pasca penawaran umum perdana atau IPO Evergrande 2009 lalu.

Sebelumnya, Hui menggunakan sebagian kekayaannya untuk meraup aset mewah. Kini, dengan kreditur yang menuntut pembayaran kembali, dia menjadi fokus untuk menjual dan membayar.

Hui memiliki superyacht setinggi 197 kaki, Event, yang kini berada di Hong Kong. Diakuisisi pada 2003 silam, penyedia data VesselsValue menyebut kapal itu kini bernilai USD47,4 juta, setara Rp673 miliar.

Baca Juga: Evergrande Mulai Cicil Utang, Sri Mulyani Masih Cemas

Bloomberg melaporkan, Hui sempat menjanjikan dua rumah mewahnya di Hong Kong sebagai jaminan untuk pinjaman senilai USD105 juta atau setara Rp1,4 triliun.

Dia juga menjual aset jet pribadi dengan total harga USD50 juta (Rp710 miliar) dan sedang berusaha menjual jet besar Airbus ACJ330 yang dibelinya seharga USD220 juta (Rp3,1 triliun) beberapa tahun lalu.

Tak sampai di sana, Hui secara terpisah juga telah melepas saham Evergrande di anak perusahaan. Pengembang properti itu menjual semua saham Evergrande ke penyedia layanan streaming HengTen Networks Group seharga USD274 juta atau Rp3,8 triliun pada minggu lalu.

Bahkan, unit mobil listriknya, China Evergrande New Energy Vehicle Group, meraih USD347 juta (Rp4,9 triliun) melalui penempatan top-up pada minggu lalu. Hal ini tentu mengurangi kepemilikan Evergrande menjadi 57,4% dari 62,6%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini