Kejar Produksi Migas di Tengah Upaya Turunkan Emisi Karbon, Apa Langkah SKK Migas?

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509663 kejar-produksi-migas-di-tengah-upaya-turunkan-emisi-karbon-apa-langkah-skk-migas-BCPBMUxNnq.jpg Kilang Minyak. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - SKK Migas membaut roadmap pengelolaan lingkungan industri hulu migas di masa depan. Roadmap dibuat untuk mencapai target produksi migas 2030 dengan tetap mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon (RPK).

Agar perencanaan dilaksanakan secara efektif, saat ini SKK Migas sedang melakukan bench marking dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk melihat potensi strategi untuk mencapai target-target tersebut.

“Saat ini kami sedang melakukan kajian melalui bench marking potensi kegiatan dan strategi yang akan dilakukan. Hasil bench marking akan digunakan untuk menyusun roadmap, sehingga dapat diketahui prioritas utama strategi untuk penurunan emisi karbon dalam rangka peningkatan produksi migas,” kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dalam keterangannya, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Transisi Energi, Menko Airlangga Dorong Perbankan Biayai Proyek Ramah Lingkungan

Dwi menargetkan dalam waktu 3 hingga 4 bulan ke depan, roadmap telah dapat diselesaikan oleh SKK Migas, sehingga lembaga yang dipimpinnya bersama para stakeholder dapat bekerjasama mendukung pelaksanaan program yang akan dilakukan KKKS secara maksimal.

Dwi menyebut, saat ini pihaknya telah memiliki 6 strategi untuk mengawal industri hulu migas di era rendah karbon, yaitu penerapan kebijakan dan regulasi yang dapat mendukung penerapan rendah karbon, pengelolaan energi, zero routine flaring, mengurangi emisi kebocoran, penghijauan dan CCS/CCUS.

Baca Juga: PLN Dapat Suntikan Dana Rp8 Triliun untuk Transisi Energi

Salah satu program, yaitu program penghijauan, telah masuk ke dalam Key Performance Indicator (KPI) SKK Migas. “Sejak tahun 2021, kami sudah memasukkan program penghijauan ke dalam KPI SKK Migas, untuk memastikan realisasi proyek di lapangan. Saya harapkan teman-teman jurnalistik juga dapat meninjau pelaksanaan program penghijauan di KKKS,” ujar Dwi.

SKK Migas juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan bp Indonesia untuk mengembangkan proyek Vorwata Enhanced Gas Recovery-Carbon Capture, Utilization and Storage (Vorwata EGR-CCUS) di Papua. Melalui proyek ini, gas CO2 yang diproduksi akan dinjeksikan kembali ke dalam reservoir Vorwata untuk membantu meningkatkan produksi gas.

Vorwata EGR-CCUS akan menjadi proyek EGR-CCUS pertama di Indonesia. Proyek ini diharapkan akan mulai beroperasi di tahun 2026 atau 2027. Dengan proyek ini, direncanakan sebanyak 4 juta ton gas CO2 per tahun dapat diinjeksikan kembali ke dalam reservoir setiap tahun. Secara total, jumlah CO2 yang diinjeksikan akan mencapai 25 juta ton pada tahun 2035 dan 33 juta ton pada 2045. Dari sisi produksi gas, proyek ini berpotensi meningkatkan produksi gas sebesar 300 miliar kaki kubik (BCF) pada tahun 2035 atau mencapai 520 BCF pada tahun 2045.

"Dengan melakukan hal ini, kita akan meningkatkan produksi sekaligus mengurangi emisi karbon," ujar Nader Zaki, President bp Indonesia. Ditambahkannya, saat proyek ini mulai beroperasi di tahun 2026 atau 2027, Kilang LNG Tangguh akan menjadi salah satu kilang LNG dengan tingkat emisi karbon terendah di dunia.

Penandatangan MoU tersebut merupakan langkah konkret SKK Migas mendukung Pemerintah untuk menjawab tantangan perkembangan zaman yaitu terkait net zero emission. Pada 2060, Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menuju kondisi zero emission. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini