Menko Airlangga Ajak Pengusaha Mulai Transisi Energi

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509692 menko-airlangga-ajak-pengusaha-mulai-transisi-energi-GLGnecyTPA.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta kepada seluruh pelaku usaha di sektor minyak dan gas (migas) untuk bersiap menghadapi proses transisi energi menuju energi hijau (green energy).

“Bapak Presiden selalu ingatkan agar kita selalu bersiap, hadapi era baru, beberapa kebijakan yang dilakukan pengembangan B30 hingga B100 dan bioavtur harus terus dilakukan dan penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk sektor transportasi dan industri,” ujar Airlangga dalam video virtual, Selasa (30/11/2021).

Kemudian kata dia, pemerintah juga akan memperhatikan kecukupan energi untuk mendukung kegiatan perekonomian menjadi Indonesia bisa buat terobosan dengan mempercepat energi terbarukan dibandingkan rencana awal. Indonesia tetap membutuhkan migas dan gas sebagai sumber energi dan bahan baku utama.

Baca Juga: Menko Airlangga Siapkan 4 Strategi Jaga Ketahanan Pangan

“Gas menjadi sumber daya energi yang emisinya rendah, tentu mempunyai peran yang dapat ditingkatkan gantikan energi fosil lainnya. Sehingga persiapan matang perlu dilakukan agar Indonesia bisa terus dukung pertumbuhan ekonomi dan energinya betul betul tersedia dengan harga yang bisa terjangkau,” tuturnya.

Baca Juga: MK Minta UU Cipta Kerja Direvisi, LPI Tetap Dapat Suntikan Modal Rp75 Triliun

Menurutnya, industri hulu migas memiliki peranan penting untuk menciptakan serta meningkatkan multiplier effect industri hilir seperti pupuk dan petrokimia. Bahkan pada tahun lalu Kementerian ESDM telah memberikan dukungan harga gas untuk industri tertentu dengan tujuan agar lebih kompetitif, sehingga banyak sektor hilir yang saat ini mampu bersaing dan ekspor produknya.

“Kebijkan itu perlu diapresiasi dan diharapkan hilir kebijakan hulu migas dapat berkembang sehingga tak hanya kontribusi ke pendapatan negara tapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi makro,” tuturnya.

Dia menambahkan, peningkatan produksi yang diusahakan 1 juta barel minyak per hari dan gas 12.000 mmscfd pada 2030 jadi tantangan yang tentunya perlu dibuatkan peta jalan agar bisa dicapai.

"Indonesia berkomitmen agar industri hulu migas bisa ditingkatkan, baik lifting minyak maupun gas bumi. Pemerintah berikan ruang untuk peningkatan investasi dengan berbagai insentif di sektor hulu migas, tentunya penyederhanaan perizinan dan hal lain yang bisa didorong melalui SKK Migas," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini