Korban PHK Bisa Dapat Gaji, Ini Besaran dan Cara Mendapatkannya

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 320 2509719 korban-phk-bisa-dapat-gaji-ini-besaran-dan-cara-mendapatkannya-3G7x0DNJCp.jpg Korban PHK Bisa Dapat Jaminan Kehilangan Pekerjaan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini sebagai jaminan sosial untuk para pekerja agar tidak perlu khawatir jika suatu saat terkena PHK.

Mengutip laman resmi BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (30/11/2021), terdapat beragam bantuan mulai dari informasi lapangan kerja, pelatihan kerja hingga uang tunai selama 6 bulan yang bisa didapatkan pekerja.

Baca Juga: Buruan Habiskan Saldo Kartu Prakerja Sekarang! Beli Pelatihan Mulai dari Rp100 Ribuan

Untuk uang tunai, manfaat akan diberikan setelah pekerja yang mengalami PHK diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan dan memenuhi syarat sebagai penerima manfaat JKP. Manfaat uang tunai diberikan sebesar (45% x upah x 3 bulan) + ( 25% x upah x 3 bulan).

Upah yang digunakan merupakan upah terakhir yang dilaporkan, dengan batas upah Rp5.000.000.

Baca Juga: 10 Profesi yang Tidak Bisa Digantikan Robot AI

Ada beberapa syarat bagi pekerja agar bisa terdaftar di program ini:

a) WNI

b) Belum mencapai usia 54 tahun

c) Pekerja pada PK/BU Skala Usaha Menengah dan Besar yang sudah mengikuti 4 Program (JKK, JKM, JHT, dan JP)

d) Pekerja pada PK/BU Skala Kecil dan Mikro dengan minimal ikut 3 program (JKK, JKM dan JHT)

e) Terdaftar sebagai Pekerja Penerima Upah pada Badan Usaha Program JKN BPJS Kesehatan

Mereka yang berhak menerima manfaat JKP harus tertib membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan selama 12 bulan dalam 24 bulan, dimana 6 bulan dibayar berturut-turut. Jika nanti pekerja tiba-tiba terkena PHK, maka dirinya bisa mengajukan klaim JKP 3 bulan sejak dinyatakan terPHK.

Namun, ada beberapa kriteria pekerja yang tidak bisa mengikuti program ini. Mereka ialah pekerja yang sengaja mengundurkan diri, cacat total tetap, pensiun, meninggal dunia dan PKWT yang masa kerjanya sudah habis sesuai periode kontrak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini