JAKARTA - PT Link Net Tbk (LINK) membukukan laba bersih sebesar Rp686,94 miliar atau menyusut 1,7% dibandingkan periode sama tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp698,9 miliar
Laba per saham dasar pun ikut turun menjadi Rp250. Sedangkan akhir kuartal III-2020 sebesar Rp252. Dikutip dari Harian Neraca, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga: Dikabarkan Jual Saham, Ini Penjelasan Link Net
Sebaliknya pendapatan tumbuh 9,75% menjadi Rp3,241 triliun. Rincinya, pendapatan pita lebar internet sebesar Rp1,521 triliun, televisi kabel sebesar Rp1,553 triliun dan pendapatan lain-lain Rp166,57 miliar. Walau beban pokok pendapatan membengkak 7,3% menjadi Rp661,38 miliar, tapi laba kotor tumbuh 10,72% menjadi Rp2,58 triliun.
Baca Juga: Caplok 66% Saham, XL Axiata Jadi Pengendali Baru Link Net
Kemudian beban keuangan membengkak 43,56% menjadi Rp145,82 miliar. Ditambah membengkaknya beban pajak penghasilan sebesar 4,1% menjadi Rp203,36 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 19,09% menjadi Rp9,288 triliun. Hal itu ditopang penarikan pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp2,054 triliun, dibandingkan di akhir tahun 2020, yang nihil.
Lalu arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp1,339 triliun atau menyusut 19,7% dibandingkan di kuartal III 2020, yang tercatat sebesar Rp1,668 triliun. Tahun ini, emiten jasa layanan internet menargetkan pertumbuhan revenue sekitar 7% sampai dengan 9% serta marjin EBITDA di atas 50%.
LINK optimis mempertahankan pencapaian kinerja dengan menargetkan pertambahan total 70.000 pelanggan tahun ini. Selain itu, LINK juga akan menambah homepass di total 11 kota tahun ini.
(Feby Novalius)