JAKARTA – PT Link Net Tbk (LINK) membukukan pendapatan sebesar Rp4,5 triliun sepanjang 2021. Pendapatan tersebut tumbuh 10,4% dibandingkan dengan Rp4,05 triliun pada 2020.
Sementara laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp885 miliar atau turun 5,98% dari 2020 yang sebesar Rp941,70 miliar.
Presiden Direktur dan CEO Link Net Marlo Budiman mengatakan, pada awal pandemi, terjadi perubahan drastis akan perilaku konsumen yang mengakibatkan peningkatan permintaan akan layanan internet dan Pay TV. Hal ini dipengaruhi juga karena adanya pembatasan sosial sehingga terjadi peningkatan kebutuhan layanan broadband untuk memfasilitasi kegiatan bekerja dan belajar dari rumah, serta layanan hiburan berbasis online.
Baca Juga: Tertekan, Laba Link Net (LINK) Turun Jadi Rp686,9 Miliar
"Pada beberapa bulan pertama pandemi, kami menambahkan jumlah pelanggan dengan rekor terbanyak. Namun, setelah kurang lebih 2 tahun masa pandemi, kami melihat terdapat penurunan daya beli pada pelanggan dan masyarakat,"ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Senin (11/4/2022).
Secara umum, tingkat churn tertinggi terjadi pada tahun pertama dalam siklus pelanggan. Setelah menambahkan 171.000 pelanggan baru pada tahun 2020, seperti yang sudah terjadi sebelumnya, banyak dari pelanggan ini berhenti berlangganan pada 2021. Penambahan gross subscriber Link Net juga menurun pada 2021 karena dampak Covid-19 yang berkelanjutan. Link Net menambahkan 16.000 pelanggan pada 2021, sehingga menjadikan total pelanggan Link Net sebanyak 855.000 pelanggan.
"Seiring kondisi ekonomi membaik pada tahun 2022, kami berharap tingkat pertumbuhan pelanggan dapat meningkat lebih tinggi," katanya.
Baca Juga: Caplok 66% Saham, XL Axiata Jadi Pengendali Baru Link Net
Pendapatan LINK pada kuartal IV/2021 saja tercatat sebesar Rp1,2 triliun bertumbuh 11,8% dibandingkan dengan Rp1,1 triliun pada kuartal IV/2020. EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp2,5 triliun pada sepanjang 2021 meningkat 8,5% dibandingkan dengan Rp2,3 triliun pada 2020. Margin EBITDA dan laba bersih masing-masing tercatat pada 56,0% dan 19,8%. Arus kas operasional LINK tercatat sebesar Rp1,97 triliun pada 2021, bertumbuh 6,1% dibandingkan dengan 2020. Posisi kas perseroan mencapai Rp271 miliar pada akhir 2021.
“Dengan berbagai tantangan di tahun 2021, Link Net masih terus mencatat pertumbuhan pendapatan dan EBITDA masing-masing 10,4% dan 8,5%," ucapnya.