Share

Misteri Terungkap! Lorong Rahasia Bawah Tanah Ini Jadi Pusat Perdagangan Rempah hingga Opium

Tim Okezone, Okezone · Rabu 01 Desember 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 320 2510384 misteri-terungkap-lorong-rahasia-bawah-tanah-ini-jadi-pusat-perdagangan-rempah-hingga-opium-4JTDuQhoiP.png Lorong Rahasia Bawah Tanah (Foto: Solopos/Istimewa)

JAKARTA - Sebuah lorong rahasia bawah tanah terungkap. Dulunya lorong rahasia bawah tanah ini dibuat sebagai jalur distribusi opium pada masa itu.

Lorong rahasia bawah tanah ini berada di Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Sebab saat itu kawasan Laweyan menjadi pelabuhan atau bandar utama semua kebutuhan warga Kerajaan Pajang, yaitu Bandar Kabanaran.

Tidak hanya barang kebutuhan legal seperti rempah-rempah dan makanan, tetapi juga barang ilegal seperti opium atau candu. Pada masa Amangkurat II memang impor dan monopoli candu di daerahnya dibolehkan.

Baca Juga: Menguak Mitos Ruang Bawah Tanah Lawang Sewu, Konon Bisa Tembus ke Laut Jawa

Alhasil candu menjadi konsumsi masyarakat umum, utamanya yang mampu membelinya. Tahun 1677 merupakan awal bisnis candu ini, sehingga menjadi konsumsi masyarakat masa itu. Opium diangkut via jalur air.

“Salah satu jalur masuk opium menggunakan perahu-perahu dari Jawa Timur melalui Sungai Bengawan Solo dan masuk ke sungai-sungai kecil, termasuk Kali Jenes dan berlabuh di Bandar Laweyan,” kata seorang pecinta sejarah Kota Solo yang juga sentana Dalem Sinuhun Paku Buwono X, KRMT L Nuky Mahendranata Nagoro seperti dilansir Solopos, Jakarta, Rabu(1/12/2021).

Keberadaan lorong yang diduga dibangun semasa Kerajaan Pajang tahun 1549 dia ceritakan di akun Instagram (IG) nya @Kanjengnuky yang memang banyak bercerita tentang sejarah Solo dan sekitarnya dua hari lalu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Unggahan Nuky mendapat banyak komentar dan like dari warganet. Nuky mengaku sejak lama menyukai cerita tentang sejarah.

Tapi IG dia baru aktif mengunggah kisah-kisah tentang sejarah suatu tempat sekira setahun terakhir. Terkait unggahan terbarunya tentang lorong rahasia di Laweyan, menurut dia ada beberapa kemungkinan fungsinya.

Balik ke fungsi lorong rahasia bawah tanah. Selanjutnya opium itu diangkat melalui lorong-lorong bawah tanah yang terhubung dengan rumah-rumah saudagar batik di Laweyan. Saat itu menurut Nuky penggunaan opium lazim sebagai obat penambah stamina.

“Dulu opium di Solo bukan hanya untuk sajian pesta kaum ningrat. Tapi untuk kalangan menengah ke bawah, termasuk karyawan batik yang banyak menggunakannya untuk doping, menghilangkan rasa lelah,” katanya.

Selain sebagai jalur distribusi opium, Nuky tak menampik kemungkinan lorong-lorong di Laweyan sebagai tempat melarikan diri saat diserang musuh. Sebab saat itu para saudagar batik Laweyan tak akur dengan Keraton.

“Dulu ada dua jenis masyarakat yang punya kuasa. Satu dari kaum ningrat yang punya hegemoni kekuasaan kerajaan. Mereka bertindak sesuai kekuasaannya. Kedua, masyarakat yang punya uang di Laweyan,” papar dia.

Kemungkinan lain dari keberadaan lorong-lorong di Laweyan, menurut Nuky sebagai tempat bersembunyi saat ada perampok. Sebagai saudagar yang kaya, otomatis mereka rentan menjadi sasaran perampokan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini