Simak! Misi Indonesia Jadi Presidensi G20

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 320 2513120 simak-misi-indonesia-jadi-presidensi-g20-S70xLc54bK.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Misi Indonesia menjadi Presidensi G20. Tema Presidensi G20 adalah Recover Together, Recover Stronger.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia mengajak seluruh negara G20 untuk menangani persoalan-persoalan, bukan hanya di bidang finansial dan moneter, tapi juga permasalahan struktural yang bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi agar perluasan pembangunan ekonomi yang bersifat inklusif bisa terwujud.

"Secara khusus, WHO menargetkan untuk Indonesia, vaksinasi dosis kedua itu adalah 40% dari jumlah penduduk. Dan Indonesia sekarang sudah divaksinasi sekitar 37% atau 99,6% dari target, dan target kita di akhir tahun 41,8% atau 113 juta. Ini jadi sasaran minimal di akhir tahun untuk dosis kedua," ungkap Airlangga dalam Media Briefing Sherpa Meeting Presidensi G20 secara virtual di Jakarta, Selasa(7/12/2021).

Baca Juga: Pertemuan Sherpa G20, Menko Airlangga: Pandemi Tak Selesai Akan Ganggu Pemulihan Ekonomi

Ada tiga topik, salah satunya yakni arsitektur kesehatan global, terutama mendorong Asean termasuk Indonesia agar bisa memproduksi vaksin berbasis MRNA. Di setiap negara berpopulasi 100 juta penduduk, minimal ada 100 center untuk produksi vaksin.

"Tentu ini ada kaitannya dengan hak intelektual vaksin tersebut yang perlu dikerjasamakan secara global. Terkait topik transformasi berbasis digital, Indonesia memiliki beberapa percontohan dan Indonesia akan mengutamakan terkait dengan digitalisasi dan infrastrukturnya, apakah itu dengan fiber optic, satelit, atau teknologi terbaru," kata Airlangga.

Terkait dengan topik transisi energi, sambung dia, Indonesia melihat bahwa akses teknologi, teknologi yang affordable, dan pengembangan energi yang lebih sustain dan berbagai teknis perlu dibahas termasuk infrastruktur energi. Ketiga topik tersebut menjadi guidance atau kebijakan-kebijakan yang bisa direkomendasikan dan lebih dirasakan oleh masyarakat atau pro rakyat, konkrit, dan dapat diterapkan.

"Juga diharapkan prototype atau pilot project bisa diselesaikan sebelum meeting G20 di bulan Oktober nanti sehingga Indonesia bisa menjadikan apa yang kemudian akan direplikasi oleh negara," kata Airlangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini