Share

Sertifikat Tanah 'Disekolahkan', Sofyan Djalil: Bunganya Lebih Murah dari Pinjol Ilegal

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 10 Desember 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 470 2515135 sertifikat-tanah-disekolahkan-sofyan-djalil-bunganya-lebih-murah-dari-pinjol-ilegal-TfqF3fqUiL.jpg Sertifikat Tanah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sertifikat tanah yang disekolahkan atau menjadi jaminan untuk meminjam uang di bank lebih murah dibanding dengan bunga yang dipatok pinjol ilegal.

Namun, masyarakat diminta tetap cermat dalam menyekolahkan sertifikat tanah.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/Kepala BPN) Sofyan Djalil mengatakan, dengan memiliki sertifikat tanah, masyarakat mempunyai kepastian hukum untuk mengurangi konflik tanah dan surat berharga yang bisa 'sekolahkan' pada lembaga keuangan formal.

"Selama ini kadang masyarakat kecil itu menjadi korban dari pinjaman yang memiliki bunga yang mahal, karena mereka tidak memiliki sertifikat, mereka tidak bisa pergi ke bank, tidak bisa ke bank yang formal, mereka pergi ke rentenir, rentenirnya itu mahal bunganya luar biasa," ujar Sofyan Djalil dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Baca Juga: Ngeri, Modus Mafia Tanah Tukar Sertifikat Asli dengan Palsu

Sofyan Djalil menjelaskan dengan adanya sertifikat tanah masyarakat bisa menggunakannya sebagai jaminan dalam meminjam permodalan dengan bunga yang lebih rendah dari pinjaman online ilegal.

"Tapi dengan adanya sertifikat masyarakat bisa pergi ke bank, mereka bisa pinjam KUR, KUR itu bunganya cuma 6% satu tahun, sebagai contoh misal kita pinjam Rp5 juta ke rentenirnya yang bunganya bisa mencapai 100% maka dia harus membayar Rp5 juta lagi, kalau pinjam pada KUR, pinjam Rpl5 juta, bunganya cuma 5% dalam satu tahun atau sekitar Rp250 ribu," katanya.

Pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk untuk memerangi praktek pinjol ilegal maupun konflik tanah yang kerap terjadi beberapa waktu belakangan.

"Oleh sebab itu ini sangat membantu orang-orang kecil saudara kita dan juga bisa membantu usaha kecil dan menengah karena mempunyai sertifikat," katanya.

Meski dapat dipergunakan untuk meminjam uang pada perbakan atau lembaga keuangan formal, Sofyan Djalil tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhitungkan dengan sebaik-baiknya.

Jangan sampai justru permodalan yang diberikan hanya akan menjadi barang konsumtif yang tidak memiliki nilai jual ke depan sehingga sulit untuk melunaskan utangnya walaupun bunganya kecil.

"Tentu kalau mau meminjam uang ini dihitung baik-baik, hati-hati jangan sampai nanti sertifikat ini dipakai untuk membeli barang-barang konsumtif akhirnya utang tidak bisa terbayar, barang itu menjadi barang konsumtif, yang tidak ada nilainya pada beberapa waktu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini