Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Jokowi Tak Ingin Investor Kapok Investasi di RI, Cek 4 Faktanya

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Minggu, 12 Desember 2021 |05:31 WIB
Presiden Jokowi Tak Ingin Investor Kapok Investasi di RI, Cek 4 Faktanya
Presiden Jokowi tak ingin investor kapok investasi di Indonesia (Foto: Setpres)
A
A
A

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin investor kapok menanam investasi di Indonesia. Untuk itu, hal-hal yang membuat lamanya proses perizinan dan banyaknya pungutan segera diatasi.

Berikut fakta-fakta peringatan Presiden Jokowi soal investor jangan sampai kapok investasi di sini yang dirangkum di Jakarta, Minggu (12/12/2021).

Baca Juga: Jokowi dan Izin Investasi Bebas Korupsi, Terlalu Banyak Ongkos Sana Sini Bikin Investor Kapok

1. Jokowi Ajak Semua Pihak Bangun Tata Kelola Cegah Korupsi

Jokowi mengajak semua pihak semuanya untuk terus membangun tata kelola yang mencegah tindak koruptif.

“Pelayanan harus cepat dan efisien tanpa adanya ongkos-ongkos khusus. Gunakan teknologi untuk digitalisasi, standarisasi dan transparansi. Perkuat implementasi sistem penanganan perkara terpadu. Tingkatkan integritas aparat penegak hukum. Dan kita harapkan bisa menutup celah-celah penyalahgunaan wewenang dan perilaku korupsi,” katanya.

Baca Juga: Jokowi: Kita Butuh Perizinan Investasi Bebas Korupsi

2. RI Butuh Sistem Perizinan Investasi dan Usaha Lebih Cepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penciptaan ekosistem antikorupsi akan memberi pengaruh besar bagi pertumbuhan investasi dan pembukaan lapangan kerja.

Jokowi mengatakan Indonesia membutuhkan sistem perizinan investasi dan usaha yang lebih cepat, sederhana dan bebas korupsi, untuk meningkatkan daya tarik.

“Jangan sampai investor kapok karena terlalu banyak ‘ongkos’ di sana sini, terlalu banyak ketidakpastian dan banyaknya permainan di sana sini,” kata Jokowi dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 di Jakarta.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement