Share

Luhut Soroti Orang RI Belum Melek Keuangan, Masih Kalah dari Malaysia hingga Singapura

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Minggu 12 Desember 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 12 320 2515805 luhut-soroti-orang-ri-belum-melek-keuangan-masih-kalah-dari-malaysia-hingga-singapura-T6VzMpnfFU.png Menko Luhut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tantangan yang dihadapi untuk memacu pertumbuhan ekonomi digital. Ternyata, orang Indonesia belum semuanya melek keuangan.

Hal ini berdasarkan indeks inklusi keuangan di Indonesia yang baru 76,19%. Angka lebih rendah dibanding Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Kendala utama dalam negeri ini untuk memacu perkembangan ekonomi digital adalah rendahnya literasi keuangan digital kita (di Indonesia),” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutan Indonesia Fintech Summit 2021, Minggu (12/12/2021).

Baca Juga: Masyarakat RI Masih Belum Melek Keuangan, Ternyata Ini Penyebabnya

Berdasarkan data Otorisas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia baru mencapai 30,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%.

“Angka ini berbanding jauh dengan Singapura sudah mencapai 98%, Malaysia 85% dan Thailand 82%, tingkat inklusi yang tinggi dengan literasi yang relatif rendah menunjukkan potensi risiko yang begitu tinggi. Karena meskipun masyarakat sudah memiliki akses keuangan sebenarnya mereka tidak mau pahami dengan baik fungsi dan risikonya,” katanya.

Dengan demikian peningkatan literasi menjadi kunci agar tingkat inklusi yang sudah terjadi bisa berdampak lebih produktif dengan risiko yang begitu minim.

“Hal inilah yang harus menjadi pekerjaan kita bersama bukan hanya pemerintah namun juga dorongan dari masyarakat, asosiasi dan stakeholders,” katanya.

Potensi Ekonomi Digital

Menko Luhut memproyeksi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia termasuk fintech diperkirakan mencapai hingga USD146 miliar pada tahun 2025.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi digital diproyeksi dan diperkirakan mencapai USD124 miliar sampai USD146 miliar pada tahun 2025. Dan ini tentu ini tak bisa jadi momen yang dilewatkan bagi Indonesia untuk membawa negara Indonesia menjadi negara yang kompetitif di Asean atau di dunia,” katanya.

Hal ini diharapkan menjadi cambuk bagi Pemerintah dan masyarakat untuk mendorong dengan cepat pertumbuhan ekonomi digital dengan berbagai inovasinya.

"Hal ini sebagaimana arahan Presiden Jokowi secara khusus memberikan arahan dalam percepatan pembangunan infrastruktur digital, ekosistem digital hingga regulasi, talenta dan SDM yang kompeten untuk mencapai hal tersebut," urainya.

Pemerintah menyadari bahwa untuk menghidupkan ekonomi digital diperlukan banyak langkah bijak yang harus dilalui mulai dari persiapan infrastruktur digital hingga inovasi ekosistem yang mendukung berjalannya ekonomi digital.

“Saya yakin bahwa ekonomi digital di Indonesia memiliki prospek sangat baik, pada tahun 2020 saja ekonomi digital Indonesia menghasilkan 4% dari produk domestik bruto nasional meskipun pertumbuhan yang terlihat begitu signifikan namun perbaikan tetap harus dilakukan demi mendorong ekonomi digital Indonesia agar terus bertumbuh ke depannya,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini