Share

Bisnis Kuliner Paling Cepat Pulih dari Dampak Covid-19, Ini Buktinya

Rina Anggraeni, Sindonews · Kamis 16 Desember 2021 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 320 2518241 bisnis-kuliner-paling-cepat-pulih-dari-dampak-covid-19-ini-buktinya-vVbN4OCAiZ.jpg Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 yang telah dialami 2 tahun terakhir ini, memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi para pelaku usaha, termasuk UMKM.

Berdasarkan hasil riset dari UNDP Oktober 2021, kendala yang dialami UMKM saat pandemi adalah, kekurangan biaya produksi sebesar 35.2%, Penurunan permintaan 30.2%, Regulasi Pemerintah 27.5%, Akses Keuangan 4.9%, dan Bahan baku 2.2%.

"Oleh karena itu, kami menyambut baik launching produk RichCreme ini, bahwa di tengah pandemi Covid-19, PT LNK dapat terus berinovasi menghasilkan produk terbaiknya yang diproses secara modern," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: Teten Minta Bantuan Disalurkan, UMKM Tetap Bertahan Usai Erupsi Gunung Semeru

Menurut dia, PT LNK sebagai salah satu perusahaan terdepan penyedia bahan makanan dan minuman, telah membuktikannya dengan kehadiran produk barunya yakni “RichCreme Whip pat Crème”.

"Produk yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan makanan sehat di Indonesia, yang meningkat permintaannya semenjak pandemi Covid-19," imbuh Teten.

Teten pun menaruh harapan kepada PT LNK untuk terus membangun kemitraan strategis dengan pelaku UMKM.

Baca Juga: Ekspor Kelapa Sumbang Devisa, Menkop Teten: Dari Daun hingga Serabutnya Bernilai Tinggi

"Kemitraan ini sangat penting agar pelaku usaha, khususnya UMKM, bisa masuk dalam rantai produksi global, meningkatkan peluang UMKM untuk naik kelas, dan meningkatkan kualitas usaha UMKM menjadi lebih kompetitif," papar Teten.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Sehingga, lanjut Teten, mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

"Tentu prinsip-prinsip kemitraan yang sehat, saling menguntungkan dan berkelanjutan, tetap dikedepankan," tandasnya.

Teten menekankan bahwa untuk bertahan dan memenangkan tantangan di era disrupsi dan pandemi ini tidak lain adalah beradaptasi dan bertransformasi dengan didukung kreativitas, inovasi, digitalisasi dan kolaborasi.

"Transformasi ini bukan hanya dengan keikutsertaan dan adaptasi UMKM kuliner di era digital. Namun juga bagaimana UMKM kuliner dapat memformalisasi usahanya agar lebih legal dan terstandarisasi melalui sertifikasi produknya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini