Share

Dilirik Investor, Dolar AS Rebound terhadap Euro

Antara, Jurnalis · Sabtu 18 Desember 2021 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 278 2518879 dilirik-investor-dolar-as-rebound-terhadap-euro-foHNjtc8pH.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS balik menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat. Dolar AS menguat karena investor mundur dari mata uang berisiko di tengah pembicaraan tentang kenaikan suku bunga dan kekhawatiran penyebaran kasus Omicron.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,6% dalam perdagangan di New York. Dolar AS menutup semua nilai yang telah hilang pada perdagangan Kamis menyusul serangkaian pernyataan kebijakan bank-bank sentral.

Baca Juga: Dolar AS Lesu, Pasar Soroti Langkah Lanjutan The Fed

Euro dan pound Inggris masing-masing turun 0,6% dan 0,5%, setelah membukukan kenaikan dua hari sebelumnya. Euro berada di level USD1,1257 dan pound di USD1,3253.

Mata uang terkait komoditas, termasuk dolar Australia dan Kanada, juga kehilangan nilainya karena harga minyak mentah turun 2,0% di tengah kekhawatiran bahwa varian Omicron akan mengurangi permintaan.

Aussie melemah 0,6% menjadi USD0,7138. Dolar menguat 0,7% terhadap loonie (dolar Kanada) menjadi USD1,2862.

Baca Juga: Dolar AS Perkasa terhadap 6 Mata Uang Utama

Sebuah studi baru dari Inggris menunjukkan bahwa risiko infeksi dengan varian virus Omicron, lima kali lebih tinggi daripada varian Delta dan tidak menunjukkan tanda-tanda lebih ringan. Temuan ini dirilis ketika negara-negara Eropa mempertimbangkan pembatasan perjalanan dan sosial lebih lanjut.

Di Amerika Serikat, Gubernur Federal Reserve Chris Waller mengatakan kenaikan suku bunga kemungkinan akan dijamin "tidak lama setelah" Fed mengakhiri pembelian obligasi pada Maret. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (18/12/2021).

Sebelumnya, presiden Fed New York John Williams, mengatakan kepada CNBC bahwa The Fed akan mendapatkan "opsionalitas" untuk menaikkan suku bunga pada tahun 2022 dengan mengakhiri pembelian obligasi pada Maret.

Pedagang membandingkan perubahan suku bunga di seluruh mata uang ketika bank-bank sentral bergerak dengan kecepatan berbeda untuk menyesuaikan kebijakan moneter dalam menghadapi tanda-tanda peningkatan inflasi yang terus-menerus tinggi dan ancaman Omicron.

Selisih antara imbal hasil sekuritas pemerintah dua tahun Amerika Serikat dan Jerman melebar sepanjang hari ke kesenjangan terbesar dalam seminggu dan mencerminkan kelemahan euro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini