Share

Jelang Libur Nataru, Kemenhub Sidak Angkutan Barang di Tanjung Priok

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Sabtu 18 Desember 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 320 2518918 jelang-libur-nataru-kemenhub-sidak-angkutan-barang-di-tanjung-priok-u2eC1Z3m4r.jpg Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi Lakukan Ramp Check di Tanjung Priok. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)

JAKARTA– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan ramp check sekaligus kampanye keselamatan pemasangan Alat Pemantul Cahaya (APC) bagi angkutan barang khususnya truk trailer di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, saat ini banyak beredar APC yang tidak sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

“Intinya saya sedang mengajak operator truk kontainer untuk meningkatkan aspek keselamatan dari kendaraan kontainer di Tanjung Priok. Saat ini sebetulnya semua (aspek keselamatan) sudah kami sentuh, yang pertama dan paling mudah yaitu pemasangan APC. Masih ditemukan sejumlah APC yang tak sesuai,” kata Budi Setiyadi dalam keterangan resmi yang diterima MPI, Sabtu (18/12/2021).

Baca Juga: Pengendalian Transportasi Libur Nataru Dimonitor Selama 19 Hari

Budi Setiyadi mengatakan, banyak beredar APC yang tidak sesuai dengan Peraturan No KP. 3996/AJ.502/DRJD/2019 tentang Pedoman Teknis Alat Pemantul Cahaya Pada Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, dan Kereta Tempelan.

“Pemasangan APC ini penting dan saya harapkan semua operator maupun pengemudi kontainer dapat melaksanakannya. Misalnya saat malam hari dan truk dalam keadaan berhenti di jalan, dapat langsung terlihat oleh kendaraan di belakangnya,” tambahnya.

Baca Juga: Ini Ketentuan Terbaru Perjalanan Kereta Api di Periode Natal dan Tahun Baru

Dirjen Budi juga memeriksa tata cara muat kontainer dan memastika Beberapa hal yang menjadi pemicu terjadinya kasus yang terjadi di jalan terutama operator yang terjadi di kawasan jalan tol.

“Karena jika ada kecelakaan truk kontainer maka dapat memakan waktu hingga beberapa jam untuk evakuasi. Hal ini tentu menghambat kelancaran lalu lintas,” ujar Dirjen Budi.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan penekanan dalam kegiatan tersebut sekaligus untuk memastikan persyaratan teknis dan layak jalan, antara lain:

a. Penggunaan angkutan trailer wajib sesuai dengan peruntukannya;

b. Dalam hal pemastian persyaratan teknis dan laik jalan para penguji kendaraan bermotor harus lebih teliti dalam pemeriksaan persyaratan teknis kendaraan trailer khususnya pada bagian sistem rem dan twist lock/ kunci putar untuk mengunci kontainer;

c. Setiap pengemudi angkutan barang diharapkan agar memeriksa dan memastikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi;

d. Melakukan pemeriksaan ramp check_pada kendaraan angkutan barang khususnya trailer dan penindakan di jalan terhadap pelanggaran persyaratan teknis dan laik jalan, pelanggaran Over Dimensi Over Loading (ODOL), serta tatacara muat;

e. Asosiasi Angkutan Barang melakukan konsolidasi internal dan sosialisasi kepada semua pelaku angkutan barang terkait kebijakan yang dilaksanakan.

“Saat ini kami akan melakukan pembinaan secara terus menerus termasuk kepada pengemudi. Sebelumnya kami juga telah melakukan pelatihan kepada pengemudi kontainer oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan kegiatan ini akan kami lanjutkan agar operator dan pengemudi dapat lebih berkeselamatan lagi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini