Share

Intip Potensi Perikanan Budidaya di 2022

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 18 Desember 2021 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 455 2519123 intip-potensi-perikanan-budidaya-di-2022-oNHPqDalHq.jpg Potensi Bisnis Perikanan Budidaya. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perikanan budidaya memiliki potensi yang sangat besar pada 2022. Produktivitasnya pun bisa didorong dengan memanfaatkan teknologi.

Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Rokhmin Dahuri ini menuturkan, produksi perikanan budidaya Indonesia saat ini nomor dua terbesar di dunia.

“Tahun 2019, Tiongkok itu produksi ikan budidayanya 68,42 juta ton per tahun. Sementara Indonesia di posisi kedua dengan 15,89 juta ton. Padahal panjang garis pantai Tiongkok yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya hanya 14.500 km, sementara Indonesia punya 99.083 km,” kata Rokhmin, Sabtu (18/12/2021). 

Baca Juga: Ekonomi Pulih, Peluang Industri Asuransi Umum 2022 Menjanjikan

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut menilai, untuk bisa meningkatkan produksi perikanan nasional, dibutuhkan inovasi teknologi.

“Untuk bisa mencapai target produksi 2 juta ton pada 2024 itu sebenarnya memungkinkan karena Indonesia punya potensinya terbesar di dunia. Oleh karena itu perlu anak-anak muda untuk bisa menggenjot ini,” ujarnya.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bangkit di 2022

Sementara itu, CEO dan Co-founder eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, teknologi dalam perikanan budidaya membuka peluang kolaborasi. Karena inovasi yang dihasilkan teknologi itu membuka akses kepada seluruh pelaku usahanya dan menciptakan value bersama-sama.

"Kalau tahun ini kami bisa merangkul 27.000 pembudidaya, tahun depan kami bidik 200.000 pembudidaya yang tersebar di 250 kabupaten/kota bisa bergabung dalam ekosistem kami,” kataNYA. 

Dengan semakin bertambahnya jumlah pembudidaya ikan dan udang yang menggunakan teknologi, Gibran menyebut perputaran ekonomi di sektor perikanan budidaya maupun industri pendukungnya

Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang selain ditujukan untuk peningkatan produktivitas di sektor akuakultur, juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup dan usaha para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia.

“Ekosistem digital sudah lebih besar sekarang dan penetrasinya sudah masuk ke pelosok dan membuka akses layanan finansial, ecommerce maupun layanan perikanan seperti eFishery. Mayoritas pembudidaya yang kami survey mengaku tidak kesulitan dan merasa perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil produksinya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, eFishery berkomitmen untuk terus memberikan dukungan yang lebih besar lagi untuk pertumbuhan industri akuakultur di Indonesia.

“Dengan harapan untuk kedepannya bersama eFishery, kita bisa ciptakan pangan Indonesia yang berkelanjutan,” pungkas Gibran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini