Share

Pecat 2.400 Karyawan, Garuda Indonesia Hemat Bayar Gaji Rp143 Miliar/Bulan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 20 Desember 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 320 2519835 pecat-2-400-karyawan-garuda-indonesia-hemat-bayar-gaji-rp143-miliar-bulan-nHXIUc55DA.jpg Garuda Indonesia (Foto: Dokumen Garuda)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mampu menghemat anggaran untuk pembayaran gaji mencapai USD10 juta atau setara Rp143 miliar per bulan usai memberhentikan 2.400 karyawan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjelaskan, beban gaji turun signifikan hingga 60 persen. Sejak Januari 2020 alokasi anggaran untuk gaji karyawan sebesar USD16 juta per bulan. Namun, berhasil turun hingga di level USD6 juta pada Oktober 2021.

"Sudah terlihat kalau dari sisi cost Januari 2020 USD16 juta per bulan menjadi USD6 juta per bulan, penurunan 60 persen secara signifikan," ujar Irfan dalam konferensi pers, Senin (20/12/2021).

Baca Juga: Garuda Indonesia Pecat 2.400 Karyawan

Efisiensi anggaran juga disebabkan adanya pemangkasan gaji Dewan Komisaris dan Direksi emiten dengan kode saham GIAA itu. Meski begitu Irfan enggan merinci berapa nominal gaji manajemen yang dipangkas.

Tercatat, karyawan Garuda Indonesia yang diberhentikan mencapai 30,56 persen dari total 7.861 karyawan. Persentase tersebut terjadi sejak Januari 2020 hingga November 2021.

Irfan menyebut, saat ini jumlah karyawan maskapai penerbangan pelat merah itu hanya tersisah 5.400 saja. Artinya, ada pemangkasan 2.400 karyawan.

Manajemen juga melakukan pemangkasan jumlah pilot secara signifikan. Irfan sendiri enggan membeberkan berapa jumlah pilot yang dipangkas. Hingga saat ini, hanya ada 200 pilot yang dipekerjakan secara bergilir.

Kebijakan operasional pilot secara berjadwal tersebut sejalan dengan jumlah penerbangan armada pesawat Garuda yang mengalami penurunan signifikan. Tercatat, pesawat yang dioperasikan Garuda Indonesia hanya sekitar 50-60 saja.

"Ada penurunan pilot yang lumayan banyak, saya tidak ingin menyebutkan jumlahnya, tapi ada lebih dari 200-an orang yang memberlakukan periode kerja secara bergilir. Jadi ketika tidak terbang bulan tersebut, kami tidak akan bayar gaji," kata dia.

Manajemen pun mengklaim, pengurangan karyawan dan pilot dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kami lakukan itu dengan cara-cara yang santun, menekan jumlah pegawai, tentu saja taat terhadap peraturan yang ada di negara ini sambil punya empati terhadap karyawan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini