Share

Terbesar di Dunia, 10 Investor Kakap Asal China Siap Bangun Kawasan Industri Hijau Kaltara

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 320 2520445 terbesar-di-dunia-10-investor-kakap-asal-china-siap-bangun-kawasan-industri-hijau-kaltara-ktBmvgOuXE.jpg Kawasan Industri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ada 10 investor besar asal China yang siap membangun kawasan industri hijau di wilayah Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

"Ada 10 investor besar dari Tiongkok (China) yang bersama kita hari ini, mereka adalah investor yang telah terbukti dan memiliki track record investor yang sangat baik," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya saat groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (21/12/2021).

Para investor tersebut adalah investor yang juga menanamkan modalnya untuk investasi nikel di Indonesia pada beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Punya Kawasan Industri Hijau Terbesar Dunia, Luhut: Indonesia Akan Jadi Superpower Energi Terbarukan

Luhut mengaku sudah mengunjungi beberapa negara di Amerika Serikat, Eropa, Uni Emirat Arab (UEA) sampai China untuk menawarkan peluang investasi di kawasan industri hijau di Kaltara.

Investor-investor tersebut nantinya akan membangun industri terlebih dahulu, dilanjutkan dengan membangun soale panel, termasuk membangun PLTU yang akan di gunakan 10 sampai 15 tahun kedepan.

"Saya kira industri yang kita kembangkan ini cukup diminati oleh negara-negara Eropa tahun-tahun ke depan," katanya.

Menurutnya, pembangunan industri hijau di kawasan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit namun memiliki potensi sumber daya yang melimpah untuk diolah.

Misalnya untuk pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) diperkirakan Luhut menelan biaya hingga USD10 miliar sampai USD12 miliar. Selain itu untuk pengembangan pelabuhan biayanya bisa mencapai USD1 miliar.

"Belum lagi untuk pelabuhan yang menjorok ke tengah laut karena kedalaman yang dangkal di sisi pantai yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, paling tidak hampir USD1 miliar untuk pengembangan pelabuhan saja," kata Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini