Share

Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja, Ini Reaksi Pertamina

Athika Rahma, MNC Portal · Selasa 21 Desember 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 320 2520573 serikat-pekerja-ancam-mogok-kerja-ini-reaksi-pertamina-TuRaB7UE0F.jpg Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - Serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), berencana akan mogok kerja dari 29 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022. Hal itu dilakukan karena Pertamina dinilai gagal membangun hubungan harmonis dengan para pekerja.

Terkait hal tersebut, VP Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman menyebut kebutuhan pemenuhan BBM kepada masyarakat tersalurkan.

"Sebagai BUMN, Pertamina termasuk seluruh pekerja bertanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintah untuk memastikan ketahanan energi nasional. Pekerja juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan penugasan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG hingga ke pelosok wilayah 3T agar masyarakat terus dapat beraktivitas," kata Fajriyah dalam keterangan resmi, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Hanya Punya 11 Pesawat, Pertamina Stop Avtur Garuda Indonesia

Menurut dia, terlebih saat ini, Indonesia sedang berjuang keluar dari pandemi Covid-19 sehingga roda perekonomian nasional harus terus didorong bergerak.

"Untuk itu, kami berharap seluruh pekerja Pertamina ikut bertanggung jawab dalam mengamankan objek vital nasional (obvitnas) di area operasi dan menjauhkan dari segala ancaman dan gangguan sebagai bentuk kontribusi kita pada bangsa dan negara, mengingat kawasan, infrastruktur dan instalasi energi tersebut sangat diperlukan untuk melayani kebutuhan energi di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Viral Kecurangan Petugas SPBU Bintaro, Begini Modusnya

Lanjutnya, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 63 Tahun 2004, infrastruktur energi yang berada di wilayah operasi Pertamina merupakan Obvitnas harus terbebas dari ancaman dan gangguan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Sesuai Keppres tersebut, ancaman dapat dimaknai sebagai setiap usaha dan kegiatan dengan segala bentuknya baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai dapat berpotensi membahayakan kelangsungan berfungsinya Obvitnas.

Sedangkan gangguan adalah tindakan yang sudah nyata dan menimbulkan kerugian berupa korban jiwa dan atau harta benda serta dapat berakibat trauma psikis kepada pegawai karyawan Obtivnas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini