Share

Bikin Nyesek! 912 Ton Ikan Mati Mendadak, Kerugian Rp18,2 Miliar

Antara, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 320 2521007 bikin-nyesek-912-ton-ikan-mati-mendadak-kerugian-rp18-2-miliar-uF7vemixmy.jpg 900 ton ikan mati mendadak (Foto: Antara)

JAKARTA - 912 ton ikan jenis nila dan ikan mas mati secara mendadak. Kerugian akibat ikan mati dalam jumlah besar di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, mencapai Rp18,24 miliar.

"Kerugian itu berasal dari 912 ton ikan jenis nila dan ikan mas mati secara mendadak dengan harga Rp20 ribu per kilogram di tingkat petani keramba," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira di Lubukbasung, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Viral Kakek Jualan Siomay, Ternyata Mantan Tentara

Dia mengatakan ikan yang mati itu dengan ukuran siap panen pada ratusan keramba jaring apung.

Sebagian petani, tambahnya, telah melakukan panen secara dini sehingga tidak mengalami kerugian.

Baca Juga: Viral Joki Vaksin Disuntik 16 Kali, Ketua IDI Kota Cirebon: Itu Overdosis, Bisa Sebabkan Kematian

"Ada sebagian petani melakukan panen saat ikan di sekitar keramba jaring apung sudah ada yang mati," katanya.

Dia menambahkan ke 912 ton ikan mati itu tersebar di empat nagari yakni, Nagari Tanjung Sani sebanyak 400 ton, Nagari Koto Kaciak 300 ton, Nagari Koto Malintang 12 ton, Nagari Koto Gadang Anam Koto 200 ton.

Ikan itu mati akibat kekurangan oksigen setelah angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah itu. Dengan kondisi itu oksigen di perairan danau vulkanik itu berkurang, sehingga ikan menjadi pusing dan mati.

"Kematian ikan 912 ton ini terjadi semenjak 6 sampai 21 Desember 2021," katanya.

Dia mengakui keramba jaring apung di Danau Maninjau masih ada sebanyak 17.000 petak. Saat ini sekitar 70% keramba jaring apung diisi bibit ikan oleh petani.

Satu petak keramba diisi sekitar 500 kilogram sampai satu ton bibit ikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini