Share

Gubernur BI Sebut Jakarta Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 2022

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 320 2522046 gubernur-bi-sebut-jakarta-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-2022-XTAyTaWQ5k.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis ekonomi Indonesia tumbuh positif pada 2022. Menurutnya DKI Jakarta, memegang peran penting sebagai kunci pertumbuhan ekonomi nasional.

"DKI Jakarta berkontribusi sangat besar terhadap ekonomi nasional. Soal kebangkitan ekonomi pasca terdampak pandemi ini, langkah penting untuk mengatasi masalah kesehatan juga dilakukan di DKI Jakarta," ujar Perry dalam webinar ISEI di Jakarta, Jumat(24/12/2021).

Dia menjelaskan bahwa, jika Jakarta tumbuh, maka Indonesia pun tumbuh, dan itu kenapa langkah di Jakarta penting.

Baca Juga: BI Yakinkan Investor China soal Ekonomi RI Tumbuh 5% di 2022

"Perlunya untuk segera dan perkuat herd immunity dan vaksin booster, ini penting, agar terjadi imunitas massal dan bisa buka sektor ekonomi, itu kunci sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi,” tambah Perry.

Selain mengatasi masalah kesehatan, sambung dia, penting untuk Jakarta memperkuat sektor manufaktur, yang merupakan sumber pertumbuhan ekonomi tinggi.

"Kemudian, aspek yang berkaitan dengan digitalisasi itu penting, inklusif juga penting. Jakarta besar, tapi pertumbuhan ekonomi Jakarta perlu inklusi, misalnya di Tanah Abang ini juga jadi harus inklusi dan gimana hijaukan (ekonomi) Jakarta,” jelas Perry.

Dia menyebutkan, DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi dan keuangan Indonesia memiliki peran penting. Melihat konsumsi rumah tangga Jakarta yang tinggi dalam memengaruhi output secara nasional.

Baca Juga: Ramalan IMF hingga World Bank soal Ekonomi Indonesia 2022, seperti Apa?

"DKI Jakarta juga memiliki kontribusi terhadap 21% besaran konsumsi rumah tangga di Pulau Jawa. Diikuti Balinusra 7%, Kalimantan 6%, Sumatera 5%, dan Sulampua 4%," terangnya.

Di sektor keuangan, DKI jakarta juga memegang peranan penting, dimana outstanding kredit di DKI Jakarta mencapai 29% dari kredit nasional. Simpanan masyarakat DKI Jakarta mencapai 49% dari total simpanan nasional.

"Sementara itu, di sisi sistem pembayaran, khususnya non-tunai, dari total Rp7,361 triliun transaksi, 40% bersumber dari transaksi di DKI Jakarta," pungkas Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini