Share

Bulog Bakal Tambah Utang Lagi di 2022, untuk Apa?

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 28 Desember 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 320 2523667 bulog-bakal-tambah-utang-lagi-di-2022-untuk-apa-GqswLDFlnP.jpg Bulog Berencana Utang jika Ada Penugasan dari Pemerintah. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan bahwa Bulog kembali melakukan pinjam atau utang untuk penugasan pemerintah berupa penyerapan beras dalam negeri. Di mana beras tersebut nantinya digunakan untuk ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada 2022.

Meski begitu, jumlah atau nominal pinjaman belum dapat dipastikan manajemen saat ini. Buwas, sapaan akrab Budi Waseso mencatat, langkah manajemen untuk menambah utang seiring dengan piutang perusahaan kepada pemerintah yang belum dibayarkan.

Baca Juga: Buwas: Potensi Bulog Merugi Itu Pasti

"Utang lagi (2022) nambah utang, harus, pasti. Misalnya, penugasan pemerintah Bulog menyerap 2 juta untuk apa? Saya akan menanyakan kembali untuk apa," ujar Buwas dalam konferensi pers, Selasa (28/12/2021).

Dia mengungkapkan utang pemerintah senilai Rp4 triliun merupakan utang penugasan negara kepada Bulog perihal pengadaan impor beras dan disposal 20.000 ton. Impor beras yang dimaksud berupa pemenuhan stok cadangan beras pemerintah (CBP) pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara disposal 20.000 ton dengan nilai Rp173 miliar.

Baca Juga: Erick Thohir Copot Wadirut Bulog Gatot Trihargo

Hingga saat ini piutang perusahaan belum dibayarkan pemerintah. "Sampai saat ini utang negara kepada Bulog itu hampir Rp4 triliun belum terbayar. Saya sampaikan disposal 20.000 ton lalu sampai saat ini belum ada pembayarannya. Negara punya utang ke kami Rp 173 miliar dari situ (disposal)," ujar Buwas.

Pengadaan atau pembelian beras impor yang dilakukan Bulog justru menggunakan pinjaman bank. Buwas menyebut hingga saat ini bunga pinjaman terus berjalan.

Di lain sisi, stok beras impor sejak 2018 lalu masih tersedia. Untuk menjaga mutunya tetap terjaga manajemen pun mengeluarkan biaya perawatan. Namu sudah bertahun-tahun beras pun turun mutu. Buwas menegaskan, selama tiga tahun belakangan CBP hasil impor sudah turun mutu Tentu, kualitas beras yang rendah akan membuat harganya anjlok saat di jual di pasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini