Share

1,5 Juta Kendaraan ke Luar Jabodetabek di Masa Libur Natal

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2021 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 320 2524120 1-5-juta-kendaraan-ke-luar-jabodetabek-di-masa-libur-natal-7AtnpXLJPr.jpg 1,5 Juta Kendaraan ke Luar Jabodetabek. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA — Jumlah kendaraan yang keluar dari kawasan Jabodetabek pada periode 17 Desember-26 Desember 2021 melalui 4 gerbang tol mencapai 1.552.923 mobil.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, keempat gerbang tersebut adalah Gerbang Tol (GT) utama yaitu GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip.

Baca Juga: Harga Cabai dan Telur Semakin Mahal, Pedagang Pasar: Kenaikan Tidak Wajar

“Jumlah kendaraan yang ke luar Jabodetabek pada periode 17 Desember-26 Desember pada 4 Gerbang Tol utama: GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama yaitu sebesar 1.552.923 kendaraan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangan resmi yang diterima MPI, Rabu (29/12/2021).

Sementara itu, untuk jumlah kendaraan yang masuk Jabodetabek pada periode yang sama 17 Desember-26 Desember sebanyak 1.509.542 kendaraan.

Baca Juga: 5 Dekorasi Natal Paling Mahal, Harganya Ada yang Sampai Rp128 Miliar

“Di sisi lain, dari rekapitulasi data periode Angkutan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 puncak arus keluar Jabodetabek di jalan tol terjadi pada tanggal 17 Desember 2021 dan di jalan arteri pada 18 Desember 2021,” urainya.

Berdasarkan data yang didapatkan dari posko Nataru, Kemenhub mengatakan masyarakat mudik lebih awal dan untuk Puncak arus keluar Jabodetabek telah terjadi pada tanggal 17 Desember 2021.

“Pada tanggal 17 desember di Jalan Tol yaitu sejumlah 181.865 kendaraan dan 18 Desember 2021 di Jalan Non Tol sejumlah 137.670 kendaraan. Di Jalan Nasional terjadi peningkatan volume lalu lintas, diperkirakan karena masyarakat masih gamang terhadap kebijakan Ganjil Genap di jalan tol,” pungkasnya.

Dengan demikian, untuk mencegah adanya kepadatan arus lalu lintas di jalan tol, Dirjen Budi menilai perlunya antisipasi lebih awal penerapan manajemen operasional lalu lintas di jalan tol, salah satunya dengan rekomendasi penerapan Pengalihan Arus Lalu Lintas Angkutan Barang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini