Share

Saham Syariah Meroket di 2021, Rata-Rata Transaksi Harian Tembus Rp7 Triliun

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 278 2525720 saham-syariah-meroket-di-2021-rata-rata-transaksi-harian-tembus-rp7-triliun-GiEHNhPt8u.jpg Saham Syariah (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pertumbuhan cukup signifikan sepanjang tahun 2021. Kendati berjalan di tengah badai pandemi, sejumlah emiten syariah baik penghuni lama hingga baru mampu menunjukkan performa yang cemerlang.

Berdasarkan data Pasar Modal Syariah, dikutip Jumat (31/12/2021), rata-rata nilai transaksi harian saham syariah mencapai Rp7 triliun. Adapun angka tersebut merupakan 52,4% dari total nilai transaksi bursa sepanjang 2021.

Baca Juga: 5 Saham Paling Cuan Sepanjang 2021, Emiten Miliarder Otto Toto Sugiri Juaranya Meroket 8.000%

Dari total saham yang tercatat di BEI pada tahun 2021 ini, sebanyak 45 emiten merupakan saham syariah. Pencapaian tersebut merupakan 83% dari total saham baru yang tercatat di BEI.

Rata-rata volome transaksi harian saham syariah pada tahun ini adalah sebanyak 9,85 miliar lembar saham atau 47,7% dari total volume transaksi. Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian saham syariah mencapai 757.875 kali atau setara 58,5% dari total frekuensi transaksi bursa.

Sementara itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) per 29 Desember 2021 tumbuh 6,80% di posisi 189,55 dari posisi per 30 Desember 2020 di 177,48. Kapitalisasi pasar saham syariah juga mengalami peningkatan 19,36% mencapai Rp3.992,6 triliun dari periode sama tahun lalu senilai Rp3.344,93 triliun.

Baca Juga: Modernland (MDLN) Jual Saham Astra Rp1 Juta

Sebelumnya, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh membidik target pertumbuhan jumlah investor pasar modal syariah mencapai 30 persen pada tahun 2022.

"Target penambahan investor syariah di tahun depan sesuai dengan arahan OJK yaitu sebesar 30% dibandingkan tahun 2021," kata Irwan kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (18/12)

Irwan menyatakan pengembangan pasar modal syariah pada tahun 2022 masih akan fokus terhadap pertumbuhan investor ritel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini