JAKARTA - Bursa Efek Indonesia menggelar Sharia Invesment Week pada 6 hingga 8 Juni 2024. Acara ini bagian dari kampanye “Aku Investor Saham” yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2019.
Pasar modal syariah telah menjadi cabang investasi yang cukup populer di Indonesia. Hal ini didukung oleh jumlah saham syariah yang meningkat sebanyak 61% selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2018 dari 399 saham syariah menjadi 643 saham syariah atau meningkat 69% dari total saham per 31 Mei 2024.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman mengungkap pasar saham syariah yang berkontribusi besar.
“Sedangkan kapitalisasi pasar saham syariah yang ada di indonesia mencapai 56% dari total kapitalisasi pasar. Melihat dari nilai transaksi rata-rata harian perdagangan saham syariah berkontribusi sebesar 54%, frekuensi transaksi berkontribusi sebesar 69% dan volume transaksi sebesar 75%, tuturnya saat memberi sambutan.
Meskipun telah memiliki kontribusi yang cukup besar, namun jumlah ini masih dianggap kurang memuaskan jika dibandingkan dengan jumlah umat muslim yang ada di Indonesia.
Bursa Efek Indonesia mengimbau calon investor muslim untuk berinvestasi dengan tenang, karena pasar modal syariah indonesia tercatat sebagai pasar modal dunia yang memiliki proses transaksi saham end to end, yang telah memenuhi prinsip syariah.