Share

Fakta-Fakta Premium dan Pertalite Dihapus Tahun Ini, Nomor 3 Pengakuan Mengejutkan Dirut Pertamina

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Sabtu 01 Januari 2022 04:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 320 2525559 fakta-fakta-premium-dan-pertalite-dihapus-tahun-ini-nomor-3-pengakuan-mengejutkan-dirut-pertamina-T47rVex1v4.jpeg BBM Premium dan Pertalite dihapus tahun ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium resmi bakal dihapus pemerintah mulai tahun ini. Di samping itu, Pertalite juga direncanakan akan segera dihapus dan diganti dengan BBM berkualitas lebih baik.

Bagaimana tahapan shifting BBM yang akan digunakan masyarakat ini? Berikut empat faktanya seperti dirangkum Okezone pada Sabtu (1/1/2022):

Baca Juga: 4 Dampak Buruk Penggunaan Premium dan Pertalite Terhadap Mesin Kendaraan

1. Premium Dihapus Tahun Depan

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Soerjaningsih mengungkap, Indonesia tengah memasuki masa transisi dari penggunaan Premium ke Pertalite. Meski Pertalite masih akan digunakan, itu tidak akan lama.

"Kita memasuki masa transisi di mana Premium RON 88 akan digantikan dengan Pertalite RON 90, sebelum akhirnya kita akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan," kata Soerjaningsih.

Baca Juga: BBM Premium dan Pertalite Dihapus Bertahap, Ini Jadwalnya

2. Sukses Turunkan 27% Kadar Emisi

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, dampak penghapusan Premium lebih kecil dibandingkan produk gasoline lainnya. Pasalnya, konsumsinya juga kini minim.

"Konsumsi premium saat ini hanya 7,8% jika dibandingkan dengan konsumsi total BBM, dan 11,7% jika dibandingkan dengan konsumsi gasoline seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo," jelas Mamit kepada MNC Portal Indonesia, Senin (27/12/2021).

Di sisi lain, perubahan penggunaan Premium ke Pertalite pun digadang-gadang akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14%. "Selanjutnya dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27%," kata Soerjaningsih.

3. Langkah-Langkahnya

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyebut, Pertamina telah melakukan shifting dari Premium ke Pertalite sebagai tahap awal. "Mulai pertengahan tahun 2020, Pertamina, atas izin pemerintah, sudah melakukan program yang kita sebut Program Langit Biru dengan memberikan harga Pertalite seharga Premium," ujar Nicke dikutip dari video di kanal Youtube Wakil Presiden RI, Rabu (29/12/2021).

Program langit biru ini, lanjut Nicke, dilakukan untuk mendorong masyarakat beralih dari Premium ke Pertalite dengan berbagai cara, seperti memberi program diskon dan sebagainya.

Usai masyarakat terbiasa memakai Pertalite, level penggunaan BBM-nya pun akan ditingkatkan ke BBM bernilai oktan lebih tinggi seperti Pertamax. Sebagai informasi, Premium memiliki nilai oktan (RON) 88, Pertalite bernilai RON 90, sedangkan Pertamax RON 92. Mengacu pada ketentuan Kementerian LHK, bahan bakar yang beredar di pasaran disarankan memiliki nilai oktan minimal 91.

"Nah, tahapan berikutnya itu seperti apa? Kami pun akan mendorong masyarakat untuk menggunakan yang lebih baik lagi. Supaya tadi ada sesuai dengan ketentuan minimum RON 91, kemudian lari ke Pertamax," jelas Nicke.

4. Bakal Hapus Pertalite Juga

Seperti yang disebut sebelumnya, akan ada situasi ketika Pertalite pun dihapus. Pasalnya, posisinya bakal tergantikan dengan bahan bakar yang kualitasnya lebih baik. Pemerintah sendiri pun tengah menyiapkan roadmap untuk hal ini.

"Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax," katanya.

Alhasil, SPBU pun berpotensi hanya akan menyediakan Pertamax. namun, pergantian BBM ini harus dilakukan dengan cermat agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Sehingga kita juga mencermati volume Pertalite yang harus disediakan untuk masyarakat," kata Soerjaningsih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini