Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Indonesia Tak Lagi Ekspor Bahan Mentah seperti Batu Bara

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Minggu, 02 Januari 2022 |06:29 WIB
Fakta Indonesia Tak Lagi Ekspor Bahan Mentah seperti Batu Bara
RI Stop Ekspor Bahan Mentah. (Foto: Okezone.com/Pelindo)
A
A
A

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa transformasi ekonomi,tidak boleh berhenti. Bahkan reformasi struktural juga tidak boleh berhenti.

"Hal ini dikarenakan akan menjadi sebuah basic setelah kita memiliki yang namanya infrastruktur. Tidak boleh lagi meskipun ada transisi, tidak boleh ada lagi kita mengekspor bahan-bahan mentah, raw materials need to stop, udah di-stop," ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) secara virtual di Jakarta.

Berikut fakta Indonesia tak lagi ekspor bahan mentah yang dirangkum di Jakarta, Minggu (2/1/2022).

1. Dimulai dari Pemberhentian Ekspor Nikel

Jokowi menjelaskan, bahwa hal ini sudah dimulai dari pemberhentian ekspor nikel, dan mungkin tahun depan dengan kalkulasi dan hitung-hitungan, akan memberhentikan ekspor bauksit.

"Tahun depannya lagi, hitung-hitungan bisa stop ekspor tembaga, tahun depannya lagi bisa stop ekspor timah. Kita ingin agar bahan-bahan mentah semuanya diekspor dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi," tegas Jokowi.

Baca Juga: Indonesia Ekspor Gula Kelapa ke Spanyol Rp16 Miliar

2. Pemerintah Ingin Nilai Tambah

Karena, yang diinginkan pemerintah adalah nilai tambah (added value). Misalnya besi baja, pada saat masih dibolehkan ekspor nikel, tiga atau empat tahun lalu masih berada di angka USD1,1 miliar.

"Tahun ini perkiraan saya sudah meloncat ke angka USD20 miliar, karena stok nikel dari kira-kira USD15 triliun melompat menjadi USD280 triliun," ungkap Jokowi.

3. Memperbaiki Neraca Perdagangan

Hal ini, menurut dia, akan memperbaiki neraca perdagangan, neraca pembayaran, dan neraca transaksi berjalan. Di 2018, neraca perdagangan masih defisit minus USD18,41 miliar. Sekarang, baru di bulan Oktober 2021, menjadi minus USD1,5 miliar, khusus ke China.

Baca Juga: Ekspor Sepatu Indonesia Sulit Bersaing dengan Vietnam, Memang Apa Kelebihannya?

"Yang dulu kita defisit, insya Allah tahun depan kita sudah surplus dengan China. Artinya apa, barang kita akan lebih banyak masuk ke sana dengan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Ini baru urusan nikel distop, kalau nanti bauksit distop, nilainya juga kurang lebih akan sama, kita akan melompat ke angka USD20-30 miliar," tutur Jokowi.

4. RI Jadi Musuh Negara Maju

Jokowi mengatakan, penghentian ekspor bahan mentah ini agar semua keuntungan bisa dirasakan di dalam negeri. Meskipun dia tahu bahwa banyak negara maju yang keberatan dengan kebijakan Indonesia. Bahkan Indonesia telah digugat ke Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

“Semua nilai tambah ada di dalam negeri. Semua yang namanya nilai tambah harga dan lapangan kerja itu ada semuanya di dalam negeri. Tapi musuhnya memang negara-negara maju. Yang biasa barang itu kita kirim ke sana, ngamuk semuanya,” ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement