Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misteri Rumah Ratu Elizabeth II Dilahirkan, Sekarang Jadi Restoran China?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 02 Januari 2022 |12:05 WIB
Misteri Rumah Ratu Elizabeth II Dilahirkan, Sekarang Jadi Restoran China?
Ratu Elizabeth (Foto: Okezone/Royal Family)
A
A
A

Saat itu juga, Menteri Dalam Negeri, William Joynson-Hiks ikut berkunjung, bahwa saat itu terdapat protokol bahwa kementerian dalam negeri harus hadir dalam setiap kelahiran keluarga kerajaan. Ia dianggap begitu otoriter, dan dijuluki "Mussolini kecil".

Ini dulunya adalah rumah di mana ibu Ratu, Elizabeth Bowes-Lyon menikah dengan suaminya yang dikenal pemalu pada April 1923. Mereka kembali ke sana untuk melahirkan anak pertamanya, tiga tahun kemudian.

Rumah itu juga dekat dari Jalan Harley, kediaman terapi wicara Lionel Logue yang sejak 1926 membantu Raja George VI mengatasi gagapnya.

Tak ada jalur wisata

Lokasi ini semestinya menjadi tempat berkumpulnya kalangan kelas atas dan mode fashion Mayfair.

Tapi saat itu merupakan masa politik bergejolak. Aksi mogok buruh berlangsung hanya beberapa minggu setelah Ratu lahir, dan kakeknya, George V, telah memperingatkan: "Cobalah hidup dengan gaji seperti para buruh, sebelum kamu menghakimi mereka."

Ratu dan kedua orang tuanya kemudian pindah di tahun yang sama ke rumah yang lebih besar di Piccadill.

Pernah ada rencana selanjutnya untuk mengubah rumah yang ada di Jalan Bruton menjadi perkantoran, dengan gambaran arsitektur yang menunjukkan bagaimana ruangan, termasuk di mana Ratu dilahirkan, akan diberi panel, pembatas, dan kembali dirancang ulang untuk pekerja kantoran.

"Ruangan di lantai pertama, merupakan tempat putri dilahirkan, adalah salah satu kamar yang paling sedikit berhias, juga salah satu yang paling cerah," tulis salah satu surat kabar pada saat itu.

Tapi rumah itu kemudian digusur - dan menyisakan rasa penasaran untuk tempat bersejarah seperti itu. Tak mungkin banyak rumah pribadi di London yang menjadi rumah keluarga bagi Raja dan dua Ratu di kemudian hari.

"Saya pikir, ini cerminan dari kesederhanaan Ratu," kata sejarawan, Robert Laceh. "Dia tidak menyombongkan diri."

Harganya sekarang

Situs ini masih menjadi bagian wilayah kerajaan, tapi dewasa ini, kawasan ini sudah menjadi milik keluarga kerajaan Abu Dhabi - bagian portfolio properti London di daerah ini dikatakan bisa bernilai £5 miliar atau setara Rp97 triliun.

Rumah di Jalan Bruton 17 pada awal 1930an dikelola oleh Howard Frank, salah satu pendiri agen pengembang Knight Frank.

Simon Burhoyne, saat ini bekerja di Knight Frank, salah satu perusahaan properti di kaasan Mayfair. Ia mengatakan area fashion ini dulunya merupakan area perumahan bagi keluarga pemilik tanah - dengan perkebunan di pedesaan - dan memiliki rumah sederhana sendiri di London.

"Tapi setelah perang, tak ada satu pun bisa mempertahankan bangunan-bangunan besar, tua, dan berantakan ini, jadi banyak dari mereka mengubahnya menjadi perkantoran," katanya.

Sekarang terus berkembang dan kembali lagi ke awal, kata Burgoyne, dengan perkantoran beralih menjadi hunian mewah. Jika rumah itu masih ada, mungkin nilainya bisa mencapai £25 juta (Rp96 miliar) atau bahkan mungkin £100 juta (Rp1,9 triliun).

Pecinta rahasia

Tapi rumah itu diratakan pada 1937, dan, hal yang tak diduga-duga, Elizabeth muda dan orang tuanya pindah ke Istana Buckingham.

Gonjang-ganjing politik kerajaan pada 1936, telah memberikan tempat kepada ayah Elizabeth untuk menerima tahta sebagai George VI. Hal ini setelah saudaranya Edward VIII turun tahta karena berencana menikahi seorang janda dari Amerika Serikat, Wallis Simpson.

Dalam kesempatan lain, Simpson telah diselidiki oleh petugas khusus selama gonjang-ganjing politik ini, dan penyelidikan mengungkapkan bahwa ia berselingkuh dengan seorang penjual mobil bernama Guy Marcus Trundle.

Pada puncak dramanya, alamatnya itu ditemukan di Jalan Bruton No. 18, yang saat ini menjadi bagian dari dealer Bentley.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement