Share

Ekspor Batu Bara Dilarang, Saham INDY hingga BYAN Terjun Bebas

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 278 2526654 ekspor-batu-bara-dilarang-saham-indy-hingga-byan-terjun-bebas-nb60SeFtsl.jpg Saham Emiten Batu Bara Melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Daftar saham yang melemah imbas pelarangan ekspor batu bara mulai 1 Januari 2022. Pergerakan saham ini melemah dari awal perdagangan hingga sesi I.

Berikut pelemahan saham batu bara berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), di sesi I perdagangan pukul 11.30 WIB, Jakarta, Senin (3/1/2021).

1. Saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) melemah 4,04%, ke Rp19.575 per saham

2. Saham Delta Dunia Makmur (DOID) melemah 1,52%, ke Rp260 per saham

3. Indika Energy (INDY), -4,21%, ke Rp1.480 per saham

4. ABM Investama (ABMM), -1,06%, ke Rp1.405 per saham

5. Bumi Resources (BUMI), -2,99%, ke Rp65 per saham

Baca Juga: Tak Ingin Gelap Gulita, Ekspor Batu Bara Dilarang demi Jaga Pasokan Listrik 10 Juta Pelanggan

6. Bukit Asam (PTBA), -1,85%, ke Rp2.660 per saham

7. Mitrabara Adiperdana (MBAP), -0,56%, ke Rp3.580 per saham

8. Prima Andalan Mandiri (MCOL), -4,86%, ke Rp3.520 per saham

9. United Tractors (UNTR), -0,79%, ke Rp21.975 per saham

10. Bayan Resources (BYAN), -2,31%, ke Rp26.375 per saham

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) mengeluarkan surat dengan Nomor B-1605/MB.05/DJB.B/2021 yang diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2021, melarang perusahaan pertambangan batu bara untuk melakukan kegiatan ekspor batu bara dari 1 Januari 2022 sampai 31 Januari 2022

Adapun keputusan surat itu langsung ditujukan kepada pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi, dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta perusahaan pemegang izin pengangkutan dan penjualan batu bara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ridwan Jamaludin mengatakan bahwa larangan sementara ekspor batu bara dilakukan guna memastikan pasokan komoditas itu untuk pembangkit listrik di dalam negeri.

Pasalnya, apabila pembangkit listrik di dalam negeri kekurangan pasokan batu bara bisa berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PT PLN (Persero), mulai dari masyarakat umum hingga industri di Jawa, Madura, Bali (Jamali), dan non-Jamali.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini