Share

Dwi Soetjipto: Capai Target Produksi Migas 2022 Tak Bisa dengan Langkah Biasa

Antara, Jurnalis · Selasa 04 Januari 2022 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 320 2527040 dwi-soetjipto-capai-target-produksi-migas-2022-tak-bisa-dengan-langkah-biasa-zDUKkgDfLV.jpg Produksi migas tahun ini perlu langkah luar biasa (Foto: Reuters)

JAKARTA - Target produksi migas tahun ini tak bisa dicapai dengan langkah biasa. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan memerlukan langkah yang tidak biasa untuk mencapainya.

"Saya mengajak seluruh insan hulu migas untuk berjuang bersama dalam mengeksekusi rencana kerja yang telah kita susun bersama, sehingga dapat membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan membangun optimisme pengembangan industri hulu migas Indonesia," kata Dwi, Selasa (4/1/2021).

Baca Juga: Tak Disangka! Pengeboran Sumur Minyak Ilegal Capai 10.000 Barel per Hari

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target jangka pendek di subsektor hulu minyak dan gas bumi berupa produksi 703 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan gas bumi 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) sepanjang 2022.

Dwi Sutjipto mengatakan bahwa industri hulu minyak dan gas bumi masih akan memegang peran strategis dalam pembangunan nasional sejalan dengan tren transisi energi.

Baca Juga: Begini Cara Cegah Karhutla dan Pencurian Minyak di Area Operasi Migas

Menurut dia, sektor migas tidak hanya sebagai sumber energi dan bahan baku industri ataupun sumber penerimaan negara, namun lokomotif penggerak perekonomian nasional dengan menciptakan efek berganda dan terus berupaya meningkatkan kapasitas nasional.

Dalam upaya mencapai target produksi jangka pendek itu, SKK Migas berkomitmen akan mengawal pengeboran 900 sumur pengembangan pada tahun ini agar pelaksanaannya bisa berjalan baik dan tidak ada kendala.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Jumlah 900 sumur pengembangan untuk tahun ini berasal dari hasil pembahasan work, program & budget (WPnB), kesepakatan tambahan, dan rencana program filling the gap.

Hasil WPnB ada 790 sumur pengembangan, kemudian 10 tambahan sumur pengembangan dan potensi 100 sumur pengembangan dari survei Full Tensor Gravity Gradiometry (FTG).

Saat ini, pemerintah telah memberikan dukungan dan sangat terbuka untuk mempercepat monetisasi lapangan-lapangan migas yang ada agar potensi energi migas dapat diambil sepenuhnya untuk mendukung penerimaan negara dan modal pembangunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini