Sejumlah kondisi yang dimaksud Sigit yakni tidak banyak lagi pembatasan-pembatasan atau terjadinya PPKM. Kemudian, seluruh pihak berhati-hati terhadap gelombang dari Covid-19 yang berikutnya. Jika muncul gelombang Covid-19 baru, BIRD akan mengantisipasi lebih cepat karena sudah berpengalaman sebelumnya.
Sebagai informasi, hingga kuartal tiga 2021, perseroan membukukan rugi bersih sebesar -Rp66,3 miliar atau berhasil ditekan 58% dibandingkan kerugian di priode yang sama tahun lalu Rp158 miliar. Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,45 triliun, atau terkoreksi 6,6% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 di mana Bluebird berhasil membukukan Rp1,55 triliun.
Kata Sigit Djokosoetono, performa perseroan tahun ini masih sangat dipengaruhi oleh pandemi. Namun perbaikan signifikan pada kinerja keuangan perseroan YoY terlihat dari rugi bersih perseroan di 9M21 membaik sekitar 58% dibandingkan 9M20.
”Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk mengurangi beban perseroan. Namun di sisi lain kami juga terus memberikan layanan yang aman nyaman dan higienis dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat, serta memberikan kemudahan bagi customer untuk melakukan pemesanan taksi kami di berbagai platform dan semakin mengembangkan alternatif pembayaran cashless yang semakin diminati oleh masyarakat," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.