Share

Harga Minyak Naik 1% Hiraukan Rencana OPEC+ Tingkatkan Produksi

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 06:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 320 2528071 harga-minyak-naik-1-hiraukan-rencana-opec-tingkatkan-produksi-V820jrxNeb.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

 NEW YORK - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Rabu. Harga minyak memperpanjang kenaikan bahkan setelah produsen OPEC+ bertahan pada kenaikan target produksi yang disepakati untuk Februari. Selain itu, persediaan bahan bakar AS melonjak karena penurunan permintaan di tengah melonjaknya kasus Covid-19.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret, naik 80 sen atau 1,0% menjadi USD80,80 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari, ditutup naik 86 sen atau 1,1% menjadi USD77,85 per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak WTI Naik Didukung Turunnya Stok Bensin AS

Pasar memangkas kenaikan pada sore hari setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve AS terbaru menunjukkan pembuat kebijakan mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diantisipasi pasar. Minyak turun, mengikuti aset-aset berisiko lainnya seperti saham.

Persediaan minyak mentah AS turun 2,1 juta barel, sebagian karena insentif pajak bagi produsen untuk mengurangi persediaan sebelum akhir tahun.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Brent Dekati Level USD80/Barel

Namun, persediaan bensin melonjak lebih dari 10 juta barel, dan stok sulingan naik 4,4 juta barel. Analis mengutip permintaan yang lemah selama minggu terakhir tahun 2021 karena orang-orang menahan diri untuk bepergian di tengah varian virus corona Omicron yang menyebar dengan cepat.

Amerika Serikat melaporkan bahwa hampir 1 juta infeksi baru virus corona, penghitungan harian tertinggi dari negara mana pun di dunia dan hampir dua kali lipat dari puncak AS sebelumnya yang ditetapkan seminggu sebelumnya.

Secara keseluruhan produk yang dipasok, proksi untuk permintaan, turun tajam, meskipun empat minggu terakhir telah melihat permintaan yang lebih kuat daripada periode yang sama dua tahun lalu sebelum timbulnya pandemi.

"Permintaan produk tersirat, terutama untuk bensin merosot, menunjukkan bahwa masyarakat berhati-hati tentang perjalanan setelah melonjaknya kasus varian Omicron. Ketakutan ini kemungkinan akan bertahan selama beberapa minggu lagi," tulis Kepala Ekonom Komoditas Capital Economics, Caroline Bain, dikutip dari Antara, Kamis (6/1/2021).

Produsen OPEC+, yang termasuk anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak bersama dengan Rusia dan lainnya, pada Selasa (4/1/2022) setuju untuk menambah pasokan 400.000 barel per hari pada Februari, seperti yang telah mereka lakukan setiap bulan sejak Agustus.

OPEC+ mungkin akan berjuang untuk mencapai target itu, karena anggota termasuk Nigeria, Angola dan Libya menghadapi kesulitan meningkatkan produksi, kata analis Barclays dalam sebuah catatan. Bahkan ketika kelompok tersebut meningkatkan target.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini