Share

Harga Minyak Meroket di Tengah Kerusuhan Kazakhstan

Antara, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 320 2528620 harga-minyak-meroket-di-tengah-kerusuhan-kazakhstan-NXspQobk06.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

NEW YORK - Harga minyak naik hingga 2% pada akhir perdagangan Kamis. Harga minyak terus menguat di tengah meningkatnya kerusuhan Kazakhstan dan pengurangan pasokan di Libya, setelah terjadi peningkatan produksi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari bertambah USD1,61 atau hampir 2,1% menjadi USD79,46 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik USD1,19 atau 1,5% menjadi USD81,99 per barel di London ICE Futures Exchange.

Survei Bloomberg menunjukan bahwa pergerakan harga minyak terjadi setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menambahkan pasokannya hanya 90.000 barel per hari pada Desember. Hal ini karena peningkatan produksi oleh Arab Saudi diimbangi oleh pengurangan produksi di Libya dan Nigeria.

Baca Juga: Harga Minyak WTI Naik Didukung Turunnya Stok Bensin AS

OPEC dan sekutunya pun sedang melepas rekor pengurangan produksi yang diberlakukan pada 2020, karena permintaan dan harga pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi.

Aliansi minyak mengatakan pada Selasa (4/1/2022) setelah pertemuan melalui konferensi video bahwa mereka akan tetap pada rencana untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari pada Februari.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 1% Hiraukan Rencana OPEC+ Tingkatkan Produksi

Investor juga semakin khawatir atas kerusuhan di Kazakhstan, di mana negara non-OPEC ikut berpartisipasi.

"Situasi politik di Kazakhstan menjadi semakin tegang. Dan ini adalah negara yang saat ini memproduksi 1,6 juta barel minyak per hari," kata Analis Energi Commerzbank Research, Barbara Lambrecht, dikutip dari Antara, Jumat (7/1/2022).

Rusia mengirim pasukan terjun payung ke Kazakhstan untuk membantu memadamkan pemberontakan di seluruh negeri setelah kekerasan mematikan menyebar di bekas negara Soviet yang dikontrol ketat itu. Tidak ada indikasi bahwa produksi minyak di Kazakhstan telah terpengaruh sejauh ini.

Sementara itu, di Libya produksi minyak berada pada 729.000 barel per hari, National Oil Corp mengatakan, turun dari tertinggi lebih dari 1,3 juta barel per hari tahun lalu, karena pemeliharaan dan penutupan ladang minyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini