Share

4 Fakta Menarik Utang RI Rp6.000 Triliun, Dinikmati untuk Bansos hingga Gaji PNS

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 08 Januari 2022 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 320 2528960 4-fakta-menarik-utang-ri-rp6-000-triliun-dinikmati-untuk-bansos-hingga-gaji-pns-073vAqzEzz.jpg Utang Luar Negeri RI (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia saat ini diketahui memiliki utang sebesar Rp6.000 triliun. Dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan utang tersebut.

"Sering yang masyarakat denger utang negara sudah Rp6.000 triliun," kata Sri Mulyani dalam video virtual.

Dan berikut fakta menarik utang ri rp6.000 triliun, dinikmati untuk bansos hingga gaji PNS yang dirangkum Okezone, Sabtu (8/1/2022).

1. Dinikmati Masyarakat hingga Gaji PNS

Sri Mulyani mengungkapkan, dalam penyusunan APBN, salah satu sumber pembiayaan selain penerimaan negara yang berasal dari pajak, namun juga dari utang. Utang ini lah yang dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat seperti bansos hingga gaji PNS.

Baca Juga: Sri Mulyani: Negara Kaya Aja Ngutang, Kita Harus Siap untuk Utang

2. Neraca Seluruhnya

"Tapi mereka enggak melihat neraca seluruhnya ada pendapatan dan belanja negara yang bisa dinikmati masyarakat kayak bansos, belanja pegawai seperti gaji pegawai ASN pusat dan daerah serta tunjangan," kata Sri Mulyani

"Kita juga pernah menaikkan anggaran Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Diterima masyarakat oleh Polri, ASN serta TNI. Itu operasi negara dan dibiayai pajak oleh penerimaan cukai dan utang dan sebagian menjadi aset dan masuk menjadi neraca," tambahnya.

3. Dikelola untuk Pertumbuhan Ekonomi

Utang Pemerintah digunakan untuk pembiayaan secara umum (general financing) dan untuk membiayai kegiatan/proyek tertentu.

Baca Juga: Sri Mulyani Hanya Tarik Utang Rp867 Triliun di 2021

Sri Mulyani juga mengatakan, pemerintah bisa membayar pinjaman utang yang diberikan. Untuk itu, realisasi belanja negara juga harus dikelola dengan baik dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Kalau belanjanya bagus, menjadi infrastruktur bagus, sumber daya manusia (SDM) berkualitas membuat ekonomi Indonesia bagus, itu bisa lagi membayar utangnya. Insya Allah kita bisa bayar lagi dengan aman," katanya.

4. Rasio Utang Indonesia Lebih Rendah

Pemanfaatan utang negara yang produktif serta sumber pembiayaan yang efisien dan berisiko rendah akan meringankan beban generasi mendatang.

Rasio utang terhadap PDB dibandingkan negara lain, rasio Indonesia jauh lebih rendah dan dengan tren menurun, hal itu menunjukkan debt sustainability yang terjaga.

Penurunan rasio utang Indonesia terhadap GDP dalam sepuluh tahun terakhir juga termasuk yang cukup signifikan dibanding negara lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini