“Selain itu, beberapa tahun ke belakang isu lingkungan menjadi isu global. Sampah plastik menjadi masalah bagi seluruh dunia sehingga secara tidak langsung, muncullah kesadaran untuk beralih ke produk ramah lingkungan. Produk yang kami produksi pun dapat digunakan secara berulang,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan persediaan bahan baku bambu serta limbah kayu jati yang berlimpah, PT Arum Jaya Perdana berhasil menciptakan pasar tersendiri terhadap barang-barang ramah lingkungan. Selain bahan bakunya yang alami, prosesnya juga natural tanpa bahan kimia, serta finishing-nya dikerjakan dengan rapi dan terjamin.
Usaha Mistianingrum ini tercatat tak hanya sekali mengikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Pada 2020, PT Arum Jaya Perdana juga tercatat sebagai peserta, bahkan berhasil menjuarai kategori Bussiness Matching sebagai Pemenang I.
Mistianingrum mengatakan, Bamboo Arum Straw sendiri sudah diekspor sejak 2018. Namun, pada saat itu ekspor masih dilakukan oleh pihak lain alias vendor. Dari situ, ia pun menyadari bahwa produknya sudah layak dan memenuhi kriteria ekspor. Kemudian pada 2020, Mistianingrum memutuskan untuk membangun badan usaha dan menjual brand sendiri untuk ekspor. Produk bamboo straw dan bamboo painting ini sudah diekspor ke Inggris, Amerika, Belgia, Italia, dan Albania.
Terkait pendapatan, penjualan domestik pada saat kondisi normal mencapai sebesar Rp20 juta - Rp30 juta per bulan. Namun, pada saat pandemi, omzetnya menurun hingga 75% karena kegiatan pariwisata tidak berjalan.