Share

Pembangunan Hunian Tetap Terkendala Lahan, Ini Kata Kementerian ATR

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 470 2529950 pembangunan-hunian-tetap-terkendala-lahan-ini-kata-kementerian-atr-DZhB3vv5P2.jpeg Pembangunan hunian tetap terkendala lahan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pembangunan hunian tetap di Palu terhambat permasalahan lahan. Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama dengan para pemangku kepentingan terkait segera menyelesaikan permasalahan lahan yang ditargetkan rampung pada akhir Februari 2022.

Baca Juga: Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana Palu Masih Terkendala Lahan

Hal tersebut sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Penyelesaian Lahan Hunian Tetap yang dipimpin oleh Wamen ATR/Waka BPN, Surya Tjandra; Wamen PUPR, John Wempi Wetipo; serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, M Faizal Mang.

Wamen ATR/Waka BPN, Surya Tjandra mengatakan rapat ini sesuai dengan arahan Wapres mengenai percepatan penyelesaian Huntap bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sulteng.

Baca Juga: Arahan Langsung Jokowi, 398 Sarhunta di Mandalika Siap Jadi Akomodasi WSBK dan MotoGP

"Ini arahan yang harus segera diselesaikan. Kami dari Kementerian ATR/BPN memiliki tugas dalam hal pengadaan tanah, tapi karena ini arahan langsung tidak hanya dalam hal tersebut tapi kita bersama perlu sepakati langkah-langkah penyelesaian khususnya untuk Huntap di tondo 2 secepat mungkin," ujar Surya Tjandra pada keterangan tertulisnya, Senin (10/1/2022).

Wamen ATR/Waka BPN mengatakan untuk menyelesaikan hambatan yang ada, Kementerian ATR/BPN perlu beberapa strategi yang harus dikerjakan secara cepat dan jelas.

"Jangan sampai kita kehilangan momentum, harus cepat dan harus jelas. Begitu juga terkait strategi besar Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang rawan bencana. Kita perlu punya strategi seperti perencanaan tata ruangnya serta membangun kerja sama dengan beberapa daerah lain," sambungnya.

Wamen PUPR John Wempi Wetipo menambahkan hasil rapat tersebut akan menjadi arah penentu pembangunan Huntap di Tondo 2. Untuk itu dirinya berharap semua bisa terlibat agar permasalahan yang terjadi cepat diselesaikan dan semua infrastruktur bagi wilayah terdampak bencana bisa selesai dan harus bisa clear sebelum tahun 2024.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini