NEW YORK - Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Senin. Harga minyak tertekan kekhawatiran tentang permintaan yang dipicu kenaikan kasus virus corona secara global dan kenaikan pasokan minyak di Libya.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret melemah 88 sen atau 1,1% menjadi USD80,87 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari turun 67 sen atau 0,9% menjadi USD78,23 per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Meroket di Tengah Kerusuhan Kazakhstan
"Harga minyak mengikuti pasar saham yang lebih rendah di tengah kekhawatiran Omicron," kata Analis Senior Price Futures, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Selasa (11/1/2022).
"Pasar juga mundur dari keuntungan awal sesi perdagangan karena Libya mengatakan hasil produksi minyaknya meningkat," sambungnya.
Kekhawatiran tentang varian virus corona Omicron merembes ke pasar minyak, mendorong harga lebih rendah. Pekan lalu, harga minyak naik 5,0% setelah protes di Kazakhstan mengganggu jalur kereta api dan memukul produksi di ladang minyak negara itu, Tengiz.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 1% Hiraukan Rencana OPEC+ Tingkatkan Produksi
Sementara pemeliharaan pipa di Libya menurunkan produksi menjadi 729.000 barel per hari (bph) dari tertinggi 1,3 juta barel per hari tahun lalu.
Perusahaan minyak terbesar Kazakhstan Tengizchevroil (TCO) secara bertahap meningkatkan produksi untuk mencapai tingkat normal di ladang Tengiz setelah protes membatasi produksi di sana dalam beberapa hari terakhir, operator ladang minyak tersebut Chevron mengatakan pada Minggu (9/1/2022).
Produksi Libya meningkat dan kekhawatiran tentang peningkatan produksi Libya menguasai pasar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.